Serangan di Selat Hormuz Tewaskan Awak Kapal, UEA Siapkan Respons Tegas

Author: Redaksi Android62

Serangan terhadap dua tanker Uni Emirat Arab di Selat Hormuz menewaskan satu awak kapal dan melukai delapan orang lainnya. Insiden ini langsung memicu perhatian internasional karena terjadi di jalur pelayaran yang sangat vital bagi perdagangan energi dunia.

Kementerian Pertahanan UEA menyebut kapal yang terkena serangan adalah Mombasa dan Al Bahiyah. Korban tewas merupakan awak kapal berkebangsaan India yang berada di Mombasa, sedangkan delapan korban luka terdiri dari enam warga India dan dua warga Ukraina.

Kerusakan Kapal dan Penanganan Api

Kedua tanker mengalami kerusakan material setelah kebakaran sempat terjadi di kapal. Api kini telah berhasil dikendalikan, tetapi dampaknya tetap terasa pada keselamatan awak serta kelancaran operasi pelayaran di kawasan itu.

Kapal Korban Kondisi
Mombasa 1 tewas, 8 luka-luka dalam insiden Kebakaran dan kerusakan material
Al Bahiyah Tidak dirinci per kapal dalam laporan Kebakaran dan kerusakan material

UEA mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Pemerintah setempat juga menilai insiden itu sebagai ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas regional.

Dalam pernyataannya, UEA menegaskan berhak mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan kepentingan nasionalnya. Sikap itu menunjukkan bahwa serangan di Selat Hormuz dipandang sebagai persoalan strategis, bukan sekadar insiden maritim biasa.

Laporan UKMTO dan Titik Serangan

Secara terpisah, Lembaga Operasi Perdagangan Maritim Inggris atau UKMTO menerima laporan dari kapten kapal tanker yang terkena proyektil tak dikenal. Proyektil itu disebut menghantam ruang mesin di lambung kanan kapal, sekitar 40 mil laut timur laut Qalhat, Oman.

UKMTO menyampaikan bahwa pihak berwenang masih menyelidiki insiden tersebut. Lembaga itu juga meminta kapal-kapal yang melintasi kawasan itu untuk tetap waspada dan segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer setelah Amerika Serikat melancarkan serangan tiga hari berturut-turut terhadap Iran. Washington menyatakan operasi itu bertujuan melemahkan kekuatan pertahanan Teheran di Selat Hormuz.

Karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi arus perdagangan energi, serangan terhadap tanker di kawasan ini berpotensi memperbesar risiko keamanan maritim. Hingga penyelidikan berjalan, perhatian kini tertuju pada kemungkinan dampak lanjutan bagi pelayaran internasional di perairan sekitar Oman.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru