China membangun replika penuh kapal perusak kelas Arleigh Burke milik Angkatan Laut Amerika Serikat di kawasan gurun Xinjiang. Fasilitas itu muncul di Ruoqiang Test Range, lokasi uji terpencil di barat laut China, dan langsung memicu perhatian karena ukurannya dibuat menyerupai kapal asli.
Di area yang sama, citra satelit juga menunjukkan adanya sistem rel selebar 6 meter dengan target berukuran mirip kapal yang dipasang di atasnya. Para analis menilai perangkat itu kemungkinan dipakai untuk mensimulasikan pergerakan kapal di laut, sehingga pengujian tidak hanya menyasar objek diam.
Diduga Untuk Menguji Sasaran Bergerak
Reuters, seperti dikutip CNN Indonesia, melaporkan bahwa target di atas rel itu diduga dirancang untuk membantu sistem senjata melacak dan menyerang sasaran yang bergerak. Jika benar, kompleks tersebut menjadi sarana pengujian yang lebih realistis untuk simulasi pertempuran maritim.
US Naval Institute menyebut kompleks itu telah digunakan untuk pengujian rudal balistik. Sementara itu, AllSource Analysis menilai replika kapal perang bersama target bergerak lain di area itu kemungkinan dipakai untuk simulasi sasaran dalam pengujian sistem pencarian dan akuisisi target.
| Elemen | Lokasi atau Fungsi | Keterangan |
|---|---|---|
| Replika kapal perusak Arleigh Burke | Ruoqiang Test Range, Xinjiang | Diduga dipakai sebagai sasaran latihan rudal dan pelatihan militer |
| Sistem rel selebar 6 meter | Kompleks uji yang sama | Membawa target menyerupai kapal untuk mensimulasikan gerakan di laut |
Laporan AllSource Analysis juga menyebut detail replika itu sangat luas. Di atas dan di sekitar target kapal terlihat penempatan berbagai sensor, yang menunjukkan area tersebut didesain untuk berbagai jenis pengujian dalam jangka panjang.
Pesan Strategis Untuk Armada AS di Indo-Pasifik
Kehadiran replika itu dibaca sebagai bagian dari upaya Beijing memperkuat kemampuan rudal antikapal. Langkah tersebut dinilai relevan dengan persiapan menghadapi potensi konflik pada masa mendatang.
Kelas Arleigh Burke sendiri merupakan salah satu aset utama Angkatan Laut Amerika Serikat. Menurut Newsweek, destroyer ini bertugas mengawal kapal induk, menjadi platform pertahanan udara, serta mampu melancarkan serangan jarak jauh, termasuk dalam konflik terbaru dengan Iran.
Destroyer Squadron 15 yang bermarkas di Jepang berada di bawah komando Armada Ketujuh Angkatan Laut AS dan mengoperasikan 10 kapal perusak kelas Arleigh Burke. Skuadron itu disebut sebagai unit terbesar dari jenisnya, dan kapal-kapalnya rutin berhadapan dengan angkatan laut China dalam berbagai operasi di kawasan Pasifik.
| Fakta Kunci | Rincian |
|---|---|
| Kelas kapal | Arleigh Burke |
| Operator | Destroyer Squadron 15, US 7th Fleet |
| Jumlah kapal | 10 kapal perusak |
| Lokasi bermarkas | Jepang |
Karena itu, pembangunan replika di gurun Xinjiang dibaca sebagai sinyal bahwa Beijing menilai kemungkinan konflik dalam waktu dekat sebagai ancaman yang nyata. Jika sistem pemandu rudal yang lebih canggih berhasil diintegrasikan ke dalam kekuatan militernya, kapal-kapal AS yang beroperasi di Indo-Pasifik berpotensi menghadapi tingkat ancaman yang lebih besar.
Di tengah rivalitas yang terus mengeras, fasilitas uji di gurun itu kini ikut menjadi sorotan dalam peta persaingan strategis kedua negara.
