Trump Kembali Blokade Iran, Selat Hormuz Dipaksa Tetap Terbuka dengan Tarif 20%

Author: Redaksi Android62

Selat Hormuz kembali menjadi titik paling panas dalam konflik Amerika Serikat dan Iran setelah Donald Trump menegaskan jalur pelayaran itu akan tetap terbuka, dengan atau tanpa persetujuan Teheran. Di saat yang sama, ia menyatakan kembali memberlakukan blokade terhadap Iran dan meminta biaya 20% untuk seluruh kargo yang melintas.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di Truth Social pada Senin (13/7/2026), setelah Iran mengklaim menutup jalur strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia. Langkah tersebut segera memunculkan kekhawatiran baru terhadap keamanan pelayaran dan stabilitas pasar minyak global.

Tarif 20% untuk kargo yang melintas

Trump mengatakan Amerika Serikat akan mengambil penggantian biaya dari setiap kargo yang melewati Selat Hormuz. Menurut dia, pungutan itu diperlukan untuk menopang operasi keamanan di kawasan yang disebutnya sangat tidak stabil.

Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci mekanisme penerapan pungutan tersebut maupun pihak yang akan menanggung pembayaran. Dalam unggahan terpisah, Trump menegaskan, “Selat Hormuz terbuka dan akan tetap terbuka, dengan atau tanpa Iran. Kami memberlakukan kembali blokade terhadap Iran.”

Peran AS dalam menjaga jalur strategis

Dalam wawancara dengan program Fox & Friends, Trump menyebut Amerika Serikat kemungkinan mengambil peran lebih besar dalam mengelola keamanan selat itu. Ia bahkan mengatakan AS bisa menjadi “penjaga selat” dan meminta kompensasi atas peran tersebut.

“Kami akan menjaga selat itu dan mungkin akan mengelolanya. Kami akan menjadi penjaga selat tersebut. Mungkin kami akan menyebut diri kami sebagai malaikat pelindung selat. Dan kami harus mendapat kompensasi untuk itu,” ujarnya.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Rute ini juga menjadi jalur utama sekitar seperlima pasokan minyak dunia, sehingga setiap gangguan di kawasan itu langsung memicu kekhawatiran pasar energi global.

Respons Iran dan dampak yang membayangi

Ketegangan naik setelah Iran pada Minggu (12/7/2026) menyatakan lalu lintas pelayaran masih ditangguhkan. Iran mengatakan izin melintas baru akan diberikan setelah kondisi dinilai kembali stabil.

Trump menuding Iran telah melanggar kesepakatan sementara yang ditandatangani kedua negara bulan lalu. Kesepakatan itu disebut membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan konflik selama proses negosiasi lanjutan berlangsung.

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa satu-satunya cara memulihkan lalu lintas pelayaran normal di Selat Hormuz adalah menghentikan intervensi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Pernyataan itu muncul setelah pasukan Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan rudal dan drone.

Isu Pernyataan Keterangan
Blokade terhadap Iran Diberlakukan kembali oleh Trump Disampaikan lewat Truth Social
Biaya kargo 20% Untuk seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz
Status Selat Hormuz Tetap terbuka Menurut Trump, dengan atau tanpa persetujuan Iran

Dengan posisi Selat Hormuz yang sangat vital bagi perdagangan energi global, keputusan dari Washington maupun Teheran berpotensi langsung memengaruhi lalu lintas kapal dan sentimen pasar. Hingga kini, jalur pelayaran itu masih berada dalam situasi sensitif, sementara kedua pihak belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru