Setiap Transaksi QRIS Terkena Potongan MDR, Ini Besaran yang Perlu Dipahami Merchant

Setiap transaksi QRIS tidak berhenti di angka yang dibayar pelanggan. Ada potongan otomatis bernama Merchant Discount Rate atau MDR yang langsung mengurangi nilai transaksi sebelum dana benar-benar masuk ke merchant.

Bagi pelaku usaha, hal ini penting dipahami sejak awal karena QRIS bukan hanya soal pembayaran yang cepat. Sistem ini memang memudahkan transaksi, tetapi nilai bersih yang diterima tetap perlu dihitung agar arus kas tidak meleset.

Di banyak tempat usaha, mulai dari toko, kafe, hingga layanan skala kecil, QRIS membuat pelanggan cukup memindai satu kode QR lewat e-wallet atau mobile banking. Cara ini membantu pembayaran berlangsung dalam hitungan detik tanpa uang tunai dan tanpa perlu menyediakan banyak perangkat untuk berbagai penyedia layanan pembayaran.

Bank Indonesia menempatkan QRIS sebagai standar tunggal yang menghubungkan banyak platform pembayaran dalam satu pintu. Setelah kode dipindai, transaksi masuk ke sistem digital dan proses pembayaran selesai dengan cepat.

Biaya yang ikut mengiringi transaksi

Kemudahan itu datang bersama biaya MDR yang dikenakan pada merchant. Untuk transaksi kategori reguler, tarif MDR saat ini sebesar 0,7 persen, dan biaya ini dipotong otomatis dari total transaksi yang diterima.

Karena pemotongan terjadi langsung di sistem, pelaku usaha perlu membedakan antara nilai pembayaran pelanggan dan dana bersih yang masuk. Pemahaman ini membantu merchant mengelola pencatatan dan tidak salah membaca hasil penjualan harian.

Ada pula pengaturan tarif yang berbeda untuk sektor tertentu. Transaksi di sektor pendidikan dikenakan MDR 0,6 persen, transaksi di SPBU berada di level 0,4 persen, sedangkan kegiatan yang berkaitan dengan organisasi sosial atau bantuan sosial mendapat MDR 0 persen.

Mengapa banyak usaha memilih QRIS

Selain cepat, QRIS juga memberi manfaat dari sisi keamanan. Sistem kode QR dapat menekan risiko peredaran uang palsu di tempat usaha dan mengurangi kesalahan saat menghitung uang tunai secara manual.

Di sisi administrasi, transaksi yang masuk tercatat secara digital. Bagi pelaku usaha, ini membuat pembukuan lebih rapi karena data yang tersimpan lebih akurat dan transparan.

Keuntungan lain ada pada efisiensi operasional. Merchant tidak perlu menyiapkan banyak perangkat pembayaran untuk menyesuaikan dengan berbagai penyedia layanan, sehingga proses di kasir atau meja layanan menjadi lebih sederhana.

Cara mendaftar sebagai merchant

Pendaftaran QRIS bisa dilakukan secara daring melalui penyedia jasa pembayaran atau PJP resmi, baik dari bank maupun perusahaan teknologi finansial. Langkah awalnya adalah memilih mitra layanan yang sudah memiliki izin dari otoritas terkait.

Pelaku usaha perlu menyiapkan dokumen sejak awal agar proses berjalan lancar. KTP menjadi dokumen utama, sementara NPWP dapat dilampirkan jika tersedia.

Selain itu, data bisnis harus diisi dengan benar pada formulir pendaftaran. Nama usaha dan alamat lengkap biasanya diminta untuk memudahkan proses verifikasi.

Setelah formulir dikirim, penyedia layanan akan memeriksa data yang masuk. Jika verifikasi disetujui, merchant akan menerima kode QRIS resmi yang bisa dicetak atau ditampilkan di lokasi usaha.

Hal yang perlu diperhatikan merchant

QRIS memberi jalur pembayaran yang praktis sekaligus membuat transaksi lebih mudah dilacak secara digital. Namun, pemahaman tentang alur pendaftaran dan struktur MDR tetap menjadi dasar penting agar penggunaan QRIS benar-benar sesuai kebutuhan usaha.

Dengan pencatatan yang lebih tertata dan biaya yang sudah diatur, pelaku usaha bisa menyesuaikan arus kas sejak awal. Karena itu, QRIS bukan hanya alat bayar cepat, tetapi juga sistem yang menuntut merchant memahami nilai transaksi bersih yang diterima.

Berita Terkait