SGD Sentuh Rp14.000 Lagi, Rupiah Masih Tertahan Dolar AS Dan Singapura

Author: Redaksi Android62

Rupiah kembali berada dalam posisi rapuh pada perdagangan Jumat pagi ketika tekanan datang bersamaan dari dolar AS dan dolar Singapura. Di tengah pergerakan itu, kurs 1 dolar Singapura sempat menembus Rp14.000 sebelum rupiah membaik tipis ke Rp13.982 pada pukul 09.51 WIB.

Penguatan dolar Singapura menjadi salah satu faktor yang paling terasa dalam sesi pagi tersebut. Data Tradingview menunjukkan nilai tukarnya terhadap rupiah bergerak di rentang Rp13.932 hingga Rp14.001, sehingga mata uang Garuda sulit keluar dari tekanan sejak awal perdagangan.

Kondisi itu membuat level psikologis Rp14.000 per SGD kembali menjadi perhatian pasar. Kenaikan dolar Singapura bukan hanya terjadi dalam hitungan harian, tetapi juga terlihat dalam tren sepanjang tahun ini.

Sejak awal 2026, dolar Singapura tercatat menguat 7,34% terhadap rupiah berdasarkan perhitungan year-to-date. Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak hanya datang dari dolar AS, tetapi juga dari mata uang regional yang sebelumnya relatif lebih stabil.

Di saat yang sama, rupiah juga belum mampu bertahan kuat melawan dolar AS. Data Bloomberg mencatat greenback menguat 0,11% ke level Rp17.864 pada pukul 09.55 WIB.

Pergerakan tersebut sempat berawal dari kondisi yang lebih baik bagi rupiah. Kurs dolar AS sempat turun ke Rp17.836,5, lebih kuat dibanding penutupan Kamis (28/5/2026) di level Rp17.845, tetapi penguatan itu tidak berlangsung lama.

Setelah pembukaan pasar, rupiah kembali kehilangan pijakan dalam beberapa jam. Arah pergerakan dolar AS tetap menunjukkan kecenderungan kuat, sementara rupiah belum mendapat dorongan yang cukup untuk menahan pelemahan.

Tekanan harian terhadap rupiah juga masih terlihat dari proyeksi pergerakan dolar AS. Untuk perdagangan hari ini, kurs greenback diperkirakan berada di kisaran Rp17.813 hingga Rp17.837.

Meski ada kisaran proyeksi tersebut, posisi rupiah secara akumulatif tetap tampak rentan. Sepanjang 2026, mata uang ini tercatat melemah 6,93% terhadap dolar AS, sehingga sentimen pasar terhadap rupiah masih mudah berubah.

Gabungan tekanan dari dua mata uang besar itu membuat ruang gerak rupiah semakin sempit. Selama belum muncul dorongan baru yang cukup kuat, volatilitas harian berpotensi tetap mewarnai perdagangan rupiah berikutnya.

Source: www.suara.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru