PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai langkah utama untuk menjaga daya saing di tengah industri yang semakin kompleks. Perseroan menilai kapabilitas karyawan yang unggul, adaptif, dan siap berubah menjadi faktor penentu keberlanjutan bisnis.
Direktur Human Capital SIG, Hadi Setiadi, menegaskan bahwa perubahan lanskap industri yang bergerak cepat menuntut perusahaan memiliki SDM yang mampu menjawab tekanan bisnis. Dalam pandangan SIG, human capital bukan hanya fungsi pendukung, melainkan penggerak utama kinerja perusahaan.
Pengelolaan SDM diarahkan ke kapabilitas kritikal
Untuk memperkuat posisi itu, SIG menjalankan Human Capital Architecture yang berfokus pada percepatan penguasaan kapabilitas kritikal. Arah kebijakan ini dirancang untuk mendukung operational excellence, digital and commercial agility, serta cost transformation.
Perusahaan melihat kemampuan beradaptasi dan melahirkan inovasi sebagai nilai tambah yang tidak kalah penting dibanding aset fisik maupun teknologi. Kombinasi itu dinilai menentukan hasil bisnis yang mampu dihadirkan perusahaan di tengah tekanan industri.
Keputusan SDM kini ditopang data dan kecerdasan buatan
SIG juga mengembangkan Strategic Human Capital Information System Framework dan People Analytics untuk menyatukan strategi SDM dengan pengambilan keputusan berbasis data. Pemanfaatan Artificial Intelligence atau AI membantu proses analisis berjalan lebih cepat dan akurat.
Pendekatan digital tersebut membuat pengelolaan SDM menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan bisnis. Di saat yang sama, perusahaan memperkuat kemampuan untuk membaca kebutuhan pengembangan talenta secara lebih tepat.
Langkah lain yang disiapkan adalah peluncuran platform Elevate pada awal 2026. Platform yang dikembangkan secara internal ini mengelola seluruh siklus kinerja karyawan, mulai dari penetapan KPI, pemantauan pencapaian, evaluasi kinerja, hingga perencanaan pembelajaran dan pengembangan talenta.
Efisiensi, produktivitas, dan budaya inovasi ikut digenjot
Selain platform kinerja, SIG memanfaatkan dashboard digital untuk memantau efektivitas biaya pengelolaan SDM secara lebih komprehensif. Sistem ini membantu perusahaan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk mendukung efisiensi dan produktivitas.
Pada sisi pengembangan talenta, setiap program pembelajaran diselaraskan dengan kebutuhan bisnis agar penguasaan kompetensi kritikal bisa lebih cepat tercapai. SIG menilai penguatan kompetensi semacam ini penting untuk menjawab tantangan industri di masa depan.
Budaya inovasi juga terus didorong melalui berbagai program dan kompetisi inovasi. Sepanjang 2025, jumlah inovasi di SIG naik 23 persen menjadi 1.243 inovasi, sedangkan partisipasi karyawan bertambah 3 persen menjadi 9.376 orang.
Hadi menekankan bahwa lingkungan kerja yang sehat, aman, dan nyaman menjadi fondasi produktivitas serta kinerja berkelanjutan. Komitmen tersebut ikut mengantarkan SIG meraih tiga penghargaan predikat Excellent pada ajang Indonesia HR Excellence 2026, masing-masing untuk kategori Learning & Development, HR Digitalization & People Analytics, serta Wellbeing Management.
