Sinyal Lemah Hambat Pemadaman 7 Hektare Gambut yang Terbakar di Rokan Hilir

Author: Redaksi Android62

Upaya pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Pulau Serdang, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir, terkendala sinyal seluler yang lemah. Hambatan komunikasi itu membuat koordinasi tim di lapangan dengan markas komando berjalan lebih lambat dari kondisi ideal.

Kebakaran tersebut meluas hingga sekitar 7 hektare dan memaksa petugas bergerak hati-hati di area yang aksesnya tidak mudah dijangkau. Fokus utama tim adalah memastikan api tidak terus menyebar sambil memeriksa perimeter, sumber air, dan sebaran titik panas di lokasi.

Tim Darat dan Udara Dikerahkan

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan satu regu Manggala Agni dari Daops Dumai telah diberangkatkan untuk memadamkan api. Titik kebakaran itu ditemukan melalui patroli udara sebelum tim darat diturunkan ke lokasi.

Hingga Jumat (10/7) pukul 15.00 WIB, tim baru berhasil menembus lokasi kejadian dan melakukan size up untuk memastikan kondisi lapangan secara utuh. Pada tahap yang sama, drone juga diterbangkan untuk melihat gambaran area kebakaran dari udara.

Lokasi Perkiraan Luas Karakteristik Lahan Penanganan
Desa Pulau Serdang, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir 7 hektare Tanah gambut Tim pemadam darat, size up, drone, dan water bombing

Water Bombing Sudah Dilakukan

Selain pengerahan tim darat, operasi water bombing juga telah dilakukan di lokasi kebakaran. MediaIndonesia.com melaporkan, langkah lanjutan masih disusun agar api bisa dijangkau lebih efektif meski kondisi di lapangan belum sepenuhnya mendukung.

Riau memang kerap menghadapi karhutla, dan lahan gambut menjadi salah satu area yang paling rawan karena api sulit dipadamkan tuntas. Dalam kasus di Rokan Hilir ini, petugas masih berupaya menjaga agar kebakaran tidak meluas lebih jauh sambil menyesuaikan penanganan dengan kondisi akses dan komunikasi di lapangan.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa pemadaman karhutla tidak hanya bergantung pada jumlah personel, tetapi juga pada kesiapan akses, sumber air, dan kualitas komunikasi antarpetugas. Di titik ini, lemahnya sinyal seluler menjadi salah satu hambatan paling nyata dalam proses penanganan kebakaran di kawasan tersebut.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru