Skuad Penuh Indonesia Hadapi Aljazair di Piala Thomas, Ginting Tegaskan Fokus Tak Boleh Kendor

Author: Redaksi Android62

Indonesia membawa skuad kuat saat membuka Grup D Piala Thomas melawan Aljazair di Forum Horsens, Denmark. Meski komposisi pemain terlihat lebih dalam, Anthony Sinisuka Ginting tetap meminta tim Merah Putih menjaga kewaspadaan karena hasil pertandingan tidak bisa dipastikan hanya dari nama besar di atas kertas.

Laga pembuka itu dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 April 2026, pukul 23.30 WIB di Lapangan 3. Setelah pertandingan pertama berjalan, Indonesia akan langsung dihadapkan pada tantangan menjaga ritme agar peluang lolos dari fase grup tetap terbuka lebar.

Skuad Indonesia tampak padat di tunggal dan ganda

Pada sektor tunggal putra, Indonesia menurunkan Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Alwi Farhan, dan Moh Zaki Ubaidillah. Komposisi ini memberi pilihan yang luas bagi tim pelatih karena ada pemain berpengalaman sekaligus nama muda yang sedang didorong untuk tampil di level beregu.

Kedalaman itu juga terlihat di nomor ganda putra. Indonesia menyiapkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Dengan susunan seperti itu, Indonesia punya banyak opsi untuk menjaga kekuatan di nomor yang selama ini menjadi salah satu tumpuan. Fleksibilitas tersebut penting karena turnamen beregu kerap menuntut penyesuaian dari satu partai ke partai lain.

Ginting menolak anggapan menang mudah

Di tengah sorotan soal kualitas skuad, Ginting menegaskan bahwa tim tidak boleh menganggap Aljazair sebagai lawan yang bisa ditaklukkan begitu saja. Ia menekankan pentingnya menghadapi pertandingan secara bertahap dan tidak melupakan lawan berikutnya yang menunggu setelah itu.

“Tetap disiapkan satu-satu. Dari Aljazair kayak bagaimana, nanti Thailand juga tidak (bisa) sebelah mata, jadi (fokus) satu match, satu match,” kata Ginting.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa fokus utama Indonesia bukan hanya kekuatan di atas kertas, tetapi juga kesiapan mental saat berada di lapangan. Menurut Ginting, persiapan sebelum pertandingan memiliki peran besar dalam menentukan hasil akhir.

“Yang paling penting ya kita fokuskan dari persiapannya sebelum match-nya bagaimana,” ujarnya.

Catatan pertemuan yang bisa jadi pegangan

Indonesia memang punya modal dari pertemuan sebelumnya dengan Aljazair. Berdasarkan data yang dilansir detikSport, Merah Putih pernah menang 5-0 atas Aljazair pada fase grup Piala Thomas 2020 di Aarhus.

Hasil itu tentu bisa menjadi suntikan kepercayaan diri bagi tim. Namun, suasana turnamen beregu selalu berbeda karena satu hasil buruk dapat mengubah dinamika tim dan tekanan di pertandingan berikutnya.

Karena itu, kemenangan di laga pembuka tidak hanya berarti tambahan angka di klasemen grup. Hasil tersebut juga bisa membantu Indonesia membangun momentum sejak awal dan menjaga rasa percaya diri para pemain.

Momen penting bagi wajah-wajah baru

Pertemuan dengan Aljazair juga membawa arti khusus bagi sejumlah pemain muda dalam skuad Indonesia. Salah satunya adalah Moh Zaki Ubaidillah atau Ubed, yang mendapat panggilan perdananya untuk memperkuat tim Thomas Indonesia.

Dilansir dari Media Indonesia, Ubed bergabung bersama pemain muda lain seperti Nikolaus Joaquin dan Raymond Indra. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjalankan proses regenerasi sambil tetap memburu hasil maksimal di ajang beregu.

Situasi ini membuat komposisi tim terlihat seimbang antara pengalaman dan energi baru. Di sisi lain, format beregu menempatkan tanggung jawab yang sama kepada seluruh pemain karena setiap partai ikut menentukan arah pertandingan.

Dengan kekuatan penuh dan peringatan agar tetap fokus, Indonesia memasuki duel lawan Aljazair dengan target awal yang jelas. Start yang rapi akan sangat membantu langkah Merah Putih di Grup D dan menjaga kesempatan mereka tetap aman sejak partai pertama.

Berita Terbaru