SNT Siapkan Lab AI hingga Pusat Olahraga, Kurikulum Nasional Tetap Jadi Dasar

Sekolah Nasional Terintegrasi atau SNT disiapkan dengan fasilitas digital, laboratorium lintas bidang, ruang seni, dan pusat olahraga. Namun, seluruh pengembangan tersebut tetap berdiri di atas kurikulum nasional sebagai fondasi pembelajaran.

Rancangan ini menegaskan bahwa SNT tidak memakai kurikulum terpisah bagi anak-anak berprestasi. Sekolah justru akan memperkaya proses belajar melalui pendekatan STEAM, bahasa asing, teknologi digital, dan wawasan global.

Fasilitas untuk Pembelajaran Lintas Bidang

SNT merencanakan ruang belajar modular yang fleksibel dan ramah anak melalui konsep Smart Classroom and Green School. Ruang tersebut ditujukan untuk mendukung variasi metode belajar serta pemanfaatan teknologi di kelas.

Laboratorium yang disiapkan mencakup biologi, fisika, kimia, bioteknologi, komputer dan AI, serta bahasa. Sekolah juga direncanakan memiliki lahan pertanian, peternakan, dan ruang pengembangan keterampilan dengan kelengkapan sesuai standar internasional.

Kelompok FasilitasSarana UtamaPeruntukan
Ruang belajar digitalRuang modular dan fleksibelMendukung metode belajar beragam serta teknologi kelas
LaboratoriumLab sains, komputer dan AI, bahasa, pertanian, peternakanPraktik sains dan pengembangan keterampilan
Perpustakaan dan ruang belajar bersamaAkses e-journal global, ruang diskusi, ruang kerja bersamaBelajar mandiri dan kolaborasi murid
Seni dan olahragaStudio seni, auditorium, lapangan, kolam renang, gedung olahragaPengembangan minat dan kegiatan lintas bidang

Perpustakaan masa depan dan ruang belajar bersama akan menyediakan akses ke e-journal global. Area ini juga mencakup ruang diskusi dan ruang kerja bersama agar murid dapat mengembangkan pembelajaran kolaboratif.

Fasilitas seni akan meliputi studio musik, seni rupa, tari, teater, serta auditorium. Sarana tersebut diproyeksikan dapat menampung kegiatan seni tradisional maupun modern.

Untuk kegiatan fisik, SNT menyiapkan lapangan sepak bola dan basket, kolam renang terstandar, serta area atletik. Gedung olahraga multifungsi juga direncanakan untuk tenis, bulu tangkis, voli, dan kegiatan lain.

Kurikulum Nasional Tetap Menjadi Acuan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan arah pembelajaran SNT di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (22/7/2026). Keterangan tersebut diberitakan Kompas.com.

“SNT menggunakan kurikulum nasional dengan pendekatan pembelajaran mendalam berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, and Sport),” kata Mu’ti. Pendekatan itu memadukan sains, teknologi, rekayasa, seni, matematika, dan olahraga dalam pembelajaran.

Struktur pembelajaran SNT terdiri atas tiga lapisan yang saling melengkapi. Kurikulum nasional berfungsi menjaga standar, arah, dan capaian pembelajaran tetap mengacu pada ketentuan nasional.

Lapisan KurikulumFungsiMuatan Utama
Kurikulum nasionalFondasiStandar dan capaian pembelajaran nasional
Kurikulum kekhasan sekolahPenguatKarakter, visi, STEM, kepemimpinan, dan bahasa asing
Kurikulum berbasis konteks lokalPengayaPotensi daerah, budaya, kearifan lokal, dan kebutuhan masyarakat

Lapisan kekhasan sekolah memberi ruang bagi tiap SNT untuk membangun identitas dan program unggulan sesuai kebutuhan murid. Muatan STEM, kepemimpinan, dan bahasa asing menjadi contoh program yang dapat dikembangkan sekolah.

Sementara itu, kurikulum berbasis konteks lokal menghubungkan pembelajaran dengan potensi daerah dan kehidupan masyarakat. Budaya serta kearifan lokal dapat menjadi sumber belajar agar materi lebih bermakna bagi peserta didik.

Mu’ti menyatakan pengayaan kompetensi tersebut diarahkan untuk menjawab perkembangan zaman tanpa melepaskan nilai dan budaya luhur bangsa Indonesia. Untuk tahap sementara, 17 lokasi SNT akan menggunakan Unit Pelayanan Terpadu Kemendikdasmen sambil menunggu pembangunan gedung baru.

Bagi tenaga pendidik, SNT juga menyiapkan Teachers’ Innovation Hub yang dilengkapi konsep ruang kerja bersama, sistem digital, dan ruang kolaborasi guru. Fasilitas ini direncanakan menjadi pusat pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan.

Berita Terkait