Valve kini memberi jalan bagi gamer PC untuk membangun mesin bergaya Steam Machine sendiri dengan komponen pilihan. Langkah ini muncul setelah SteamOS 3.8 dirilis dan membuka peluang pengalaman ala konsol Steam tanpa harus membeli perangkat resmi yang harganya mulai $1,049.
Perubahan ini membuat SteamOS tidak lagi terasa seperti sistem yang hanya melekat pada perangkat Valve. Bagi pengguna desktop rumahan, arah baru tersebut bisa menjadi alternatif yang lebih fleksibel untuk menghadirkan pengalaman gaming di ruang keluarga.
SteamOS makin terbuka untuk perangkat PC
Kepastian itu disampaikan Valve kepada The Verge setelah SteamOS 3.8 meluncur pekan lalu. Melalui pembaruan tersebut, pengguna disebut dapat membangun sistem berbasis SteamOS dengan memakai bagian PC apa pun yang mereka inginkan.
Arah pengembangan ini menunjukkan bahwa Valve sedang mendorong SteamOS agar lebih cocok berjalan di perangkat desktop yang sudah ada. Jika dukungan teknisnya matang, PC pribadi dapat menjalankan fungsi yang selama ini identik dengan Steam Deck saat di-dock atau konsep Steam Machine.
Selama ini, memasang SteamOS pada perangkat non-AMD memang dimungkinkan, tetapi prosesnya masih rumit bagi kebanyakan pengguna. Valve kini berupaya mengubah kondisi itu agar SteamOS pada akhirnya lebih netral terhadap jenis perangkat keras.
Dukungan NVIDIA masih menjadi pekerjaan besar
Pierre-Loup Griffais dari Valve mengatakan kepada The Verge bahwa ada tim yang terus berkembang untuk menghadirkan dukungan driver NVIDIA ke SteamOS. Ia juga menyebut Valve bekerja sama sangat erat dengan NVIDIA, meski dukungan tersebut belum tentu hadir tahun ini.
Fakta ini penting karena dukungan NVIDIA akan sangat menentukan jika SteamOS ingin dipakai lebih luas di ekosistem PC. Tanpa dukungan yang lebih baik, pengguna tetap akan menghadapi batasan ketika ingin memanfaatkan perangkat yang tidak berbasis AMD.
Di sisi lain, Valve tampak ingin memastikan SteamOS tidak berhenti sebagai ekosistem tertutup. Dengan basis perangkat keras yang lebih luas, sistem ini berpeluang menjadi alternatif yang lebih nyata di luar Windows untuk skenario gaming tertentu.
Opsi yang lebih masuk akal bagi perakit mandiri
Harga awal Steam Machine resmi yang mencapai $1,049 menjadi hambatan bagi sebagian calon pembeli. Karena itu, opsi merakit sendiri memberi ruang bagi pengguna untuk menyesuaikan anggaran, spesifikasi, dan bentuk perangkat sesuai kebutuhan.
Bagi gamer yang sudah memiliki desktop atau komponen yang tidak terpakai, pendekatan ini jelas lebih menarik. Mereka tidak perlu masuk antrean reservasi dan bisa langsung membangun mesin yang cocok untuk televisi, ruang tamu, atau kebutuhan gaming rumahan lain.
Griffais merekomendasikan SteamOS terutama untuk perangkat bergaya konsol, yakni PC yang dipasangkan ke TV dan memakai hard drive single-boot. Dalam skenario seperti itu, hasilnya disebut akan sangat mirip dengan Steam Deck yang di-dock atau sebuah Steam Machine, meski tetap ada catatan terkait perangkat keras.
Rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa Valve membayangkan SteamOS sebagai sistem utama untuk perangkat gaming yang sederhana dan langsung masuk ke antarmuka game. Pendekatan ini lebih dekat ke pengalaman konsol dibanding desktop tradisional yang penuh langkah tambahan.
Masih ada kompromi instalasi yang perlu diperhatikan
Meski peluangnya besar, pemasangan SteamOS di PC saat ini belum sepenuhnya ramah bagi pengguna umum. Instalasi masih membutuhkan recovery image Steam Deck, bukan installer umum yang dirancang untuk berbagai konfigurasi PC.
Griffais juga memberi sinyal bahwa installer SteamOS khusus di masa depan mungkin akan hadir untuk mempermudah proses tersebut. Jika benar diwujudkan, langkah itu bisa menjadi fondasi penting agar lebih banyak pengguna berani mencoba SteamOS di perangkat mereka sendiri.
Untuk saat ini, pengguna yang ingin memasang SteamOS harus menyiapkan pencadangan data penuh terlebih dahulu. Alasannya, drive yang dipakai perlu dihapus sepenuhnya sebelum proses instalasi dilakukan.
Dengan kondisi seperti itu, SteamOS versi rakitan sendiri masih lebih cocok untuk pengguna yang memahami risiko teknis dasar. Namun bagi penggemar PC yang terbiasa mengutak-atik perangkat, fleksibilitas yang ditawarkan tetap bisa terasa sepadan dengan usaha yang dibutuhkan.
Valve tampaknya melihat celah di antara dua kebutuhan pengguna yang berbeda. Di satu sisi ada gamer yang menginginkan perangkat jadi dengan pengalaman praktis, sementara di sisi lain ada komunitas PC yang lebih suka merakit sistem sendiri tanpa membayar mahal untuk perangkat siap pakai.
Dalam konteks itu, SteamOS 3.8 bukan sekadar pembaruan sistem operasi. Versi ini juga menandai keseriusan Valve menjadikan SteamOS sebagai pilihan yang lebih terbuka di luar perangkat resmi, setidaknya untuk skenario gaming tertentu.
Meski masih ada keterbatasan perangkat keras dan dukungan driver yang harus diselesaikan, langkah membuka jalan bagi perakitan Steam Machine mandiri menunjukkan ambisi Valve yang makin besar. Perusahaan itu kini tidak hanya bertumpu pada satu perangkat, tetapi mulai mendorong platform gaming PC yang lebih luas dan lebih terbuka.
