Stok Beras Jateng Tembus 366 Ribu Ton, Bulog Genjot Bantuan Untuk Tahan Harga

Author: Redaksi Android62

Stok beras Perum Bulog Wilayah Jawa Tengah tercatat mencapai 366.846 ton hingga awal Juni 2026. Jumlah itu menjadi penyangga utama untuk menjaga pasokan tetap aman di tengah upaya pemerintah meredam tekanan harga beras dan minyak goreng.

Persediaan tersebut juga disiapkan untuk mendukung berbagai instrumen stabilisasi pangan yang sedang digulirkan pemerintah. Selain bantuan pangan beras, Bulog Jateng ikut memperluas penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP serta minyak goreng Minyakita ke sejumlah saluran resmi.

Pemimpin Perum Bulog Wilayah Jateng Sri Muniati menyebut stok yang tersedia sangat memadai untuk kebutuhan bantuan pangan, SPHP, dan intervensi pemerintah lainnya. Menurut dia, cadangan yang kuat memberi ruang bagi Bulog untuk menjaga keseimbangan pasokan sekaligus membantu menahan gejolak harga di tingkat konsumen.

Hingga 6 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan beras sudah mencapai 72,26 persen. Dari target 3.397.673 penerima bantuan pangan, sebanyak 2.207.245 penerima telah menerima bantuan yang terdiri atas 49.103,58 ton beras dan 9.863.300 liter minyak goreng.

Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan itu tersalurkan sampai akhir Juni 2026. Percepatan distribusi dilakukan agar dampaknya terasa langsung pada daya beli masyarakat, sekaligus membantu menahan tekanan harga beras dan minyak goreng di pasar.

Di sisi lain, distribusi SPHP juga terus dioptimalkan dengan total penyaluran 35.149,43 ton beras. Untuk Minyakita, realisasi distribusinya mencapai 6.186.124 liter, dengan jangkauan yang diperluas melalui saluran resmi yang sudah disiapkan.

Penyaluran beras SPHP dan Minyakita dilakukan lewat pasar SP2KP, pasar rakyat, kios pangan, serta gerai binaan seperti RPK, SRC, dan KDKMP. Bulog Jateng juga menyalurkan melalui Gerakan Pangan Murah dan jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Sri Muniati menilai kombinasi bantuan pangan, SPHP, dan Minyakita merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh pangan dengan harga terjangkau. Karena itu, perluasan distribusi terus dikejar agar manfaatnya tidak terpusat di satu wilayah saja.

Dengan cadangan yang masih kuat, Bulog memastikan stok beras pemerintah dalam kondisi aman dan siap digunakan kapan pun diperlukan untuk kebijakan stabilisasi pangan nasional. Sri Muniati juga mengajak masyarakat tetap tenang karena Bulog bersama Badan Pangan Nasional dan pemangku kepentingan lain terus menjaga agar harga tetap stabil.

Source: jateng.antaranews.com
Berita Terbaru