Surplus hewan kurban di Jawa Timur tampak sangat longgar menjelang Idul Adha 2026. Dari semua jenis ternak yang disiapkan, sapi menjadi sorotan utama karena ketersediaannya mencapai 629.119 ekor, jauh di atas kebutuhan yang diproyeksikan hanya 70.550 ekor.
Kondisi itu membuat Jawa Timur tidak hanya aman untuk memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga punya ruang lebih besar untuk menopang pasokan ke daerah lain. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan stok hewan kurban di provinsi itu berada dalam keadaan cukup, sehat, dan terkendali.
Pasokan jauh melampaui kebutuhan
Secara total, kebutuhan ternak kurban di Jawa Timur diproyeksikan mencapai 427.060 ekor. Rinciannya terdiri dari 70.550 sapi, 297.900 kambing, 58.600 domba, dan 10 kerbau.
Di sisi ketersediaan, angka yang tercatat justru berada jauh di atas kebutuhan tersebut. Selain sapi, Jawa Timur juga memiliki 940.693 kambing, 484.468 domba, dan 1.698 kerbau untuk memenuhi permintaan kurban.
Selisih antara kebutuhan dan stok itu menghasilkan surplus besar di semua jenis ternak. Sapi surplus 558.569 ekor, kambing surplus 642.793 ekor, domba surplus 452.868 ekor, dan kerbau surplus 1.688 ekor.
Kualitas ternak ikut jadi perhatian
Khofifah menilai kondisi itu bukan hanya soal jumlah, tetapi juga kesiapan hewan kurban untuk dipasarkan. Ia menyebut sapi-sapi di Jawa Timur dalam keadaan sehat dan berukuran besar, bahkan ada sapi di Nganjuk yang bobotnya lebih dari 1 ton.
Keterangan tersebut memperlihatkan bahwa stok yang besar tetap dibarengi dengan kualitas ternak yang layak. Dalam kebutuhan kurban, kesehatan dan ukuran hewan kerap menjadi pertimbangan penting bagi pembeli maupun panitia kurban.
Kesiapan itu juga diperkuat oleh langkah vaksinasi, biosecurity, dan pengobatan ternak yang telah dilakukan. Dengan dukungan tersebut, pasokan kurban di Jawa Timur dinilai berada pada posisi yang aman untuk menghadapi permintaan masyarakat.
Bebas PMK dan LSD
Khofifah memastikan hewan kurban di Jawa Timur berada dalam kondisi cukup, sehat, serta bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK dan Lumpy Skin Disease atau LSD. Kepastian ini menjadi penopang penting karena pasokan yang besar perlu disertai jaminan kesehatan yang jelas.
Dengan kondisi tersebut, distribusi hewan kurban di provinsi ini dipandang bisa berjalan lebih tenang. Situasi itu juga membuat Jawa Timur berada dalam posisi yang tidak rawan dari sisi pasokan menjelang Idul Adha 2026.
Selain untuk kebutuhan dalam daerah, surplus hewan kurban di Jawa Timur juga membuka peluang dukungan ke wilayah lain. Khofifah menyebut provinsi ini siap membantu jika ada kebutuhan dari luar daerah.
Dengan stok sapi, kambing, domba, dan kerbau yang sama-sama berlebih, Jawa Timur muncul sebagai salah satu penyangga penting pasokan hewan kurban. Ruang pasokan yang longgar ini memberi kepastian lebih bagi masyarakat yang membutuhkan hewan kurban yang sehat dan mencukupi.
