Stopkontak di bus dan kereta tidak dirancang untuk menyalakan perangkat besar. Fasilitas itu pada dasarnya hanya aman dipakai untuk kebutuhan ringan seperti mengisi daya ponsel selama perjalanan.
Batas dayanya memang jauh lebih kecil daripada colokan di rumah. Karena itu, saat penumpang mencoba memakai alat berdaya besar, masalahnya bukan hanya muncul pada perangkat, tetapi juga pada sistem listrik kendaraan umum.
Daya yang tersedia sangat terbatas
Pada bus, daya stopkontak umumnya berada di kisaran 75 hingga 150 watt per kursi, menurut Prime Charter Bus. Angka itu bahkan bisa terasa lebih kecil karena daya bisa dibagi dengan penumpang lain dalam satu rangkaian listrik.
Di kereta, kondisi serupa juga berlaku. Quartz Mountain menyebut daya per penumpang dapat menyusut ketika stopkontak dipakai bersamaan, dan dalam situasi tertentu hanya sekitar 120 watt per orang.
Dengan kapasitas seperti itu, ponsel masih masuk kategori aman. Sebaliknya, perangkat elektronik yang membutuhkan daya besar sudah melampaui kemampuan stopkontak perjalanan.
Bukan pengganti listrik rumah
Fasilitas listrik di transportasi umum memang dibuat untuk membantu kebutuhan sederhana selama perjalanan. Fungsinya bukan menggantikan sumber listrik rumah tangga yang jauh lebih kuat.
Karena itu, perangkat seperti panci listrik tidak cocok dipakai di bus atau kereta. Beban seperti itu terlalu besar untuk sistem yang memang disiapkan hanya untuk perangkat ringan.
Studi yang terbit dalam jurnal Sensors dari MDPI pada 2023 juga menyoroti risikonya. Sistem listrik pada transportasi umum dapat mengalami korsleting dan panas berlebih jika menerima beban yang tidak sesuai.
Risiko tidak berhenti di satu perangkat
Saat beban terlalu besar, tekanan pada sistem listrik ikut meningkat. Kondisi ini dapat mengganggu distribusi listrik di dalam rangkaian dan memengaruhi kelancaran operasional perjalanan.
Pemakaian stopkontak secara berlebihan juga bisa memicu panas berlebih pada komponen listrik. Jika beban terus naik, risiko korsleting dan kebakaran ikut membesar.
Dalam situasi tertentu, penggunaan yang tidak terkendali bahkan dapat memicu gangguan seperti pemadaman sementara. Dampaknya bukan hanya terasa pada perangkat yang dipakai, tetapi juga pada penumpang lain.
Kebiasaan kecil yang sering diabaikan
Banyak penumpang melihat stopkontak di bus dan kereta sebagai kemudahan praktis yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan. Padahal, batas daya yang kecil justru menjadi alasan mengapa penggunaannya harus lebih disiplin.
Semakin banyak perangkat elektronik dibawa saat bepergian, semakin besar pula godaan untuk memakainya sekaligus. Di titik itu, pemakaian yang tidak sesuai bisa berubah menjadi sumber gangguan bagi perjalanan.
Karena itu, stopkontak di transportasi umum sebaiknya dipakai sesuai peruntukannya. Untuk ponsel dan perangkat ringan, fasilitas ini masih berguna, tetapi untuk alat berdaya besar, batas aman yang tersedia memang tidak dirancang untuk menanggungnya.
Source: www.idntimes.com