Sulut Masih Dalam Ancaman Hujan Lebat, Petir Dan Angin Kencang Diperkirakan Hingga Minggu

Sejumlah wilayah di Sulawesi Utara kembali masuk daftar waspada cuaca ekstrem karena hujan sedang hingga lebat, petir, dan angin kencang masih berpotensi muncul hingga Minggu, 24 Mei. BMKG meminta warga tetap memantau informasi resmi agar aktivitas harian bisa disesuaikan dengan perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Potensi gangguan cuaca itu tidak muncul merata, melainkan bergerak dari hari ke hari di wilayah yang berbeda. Pada Sabtu, 23 Mei, misalnya, ancaman cuaca ekstrem diperkirakan meluas ke Kota Bitung, Kota Kotamobagu, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Sebelumnya, pada Jumat, 22 Mei, BMKG mencatat potensi cuaca ekstrem di Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Sehari setelahnya, Kamis, 21 Mei, daftar wilayah rawan mencakup Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Pada Rabu, 20 Mei, wilayah yang perlu bersiaga adalah Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Sementara pada Minggu, 24 Mei, potensi cuaca ekstrem masih diperkirakan terjadi di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

BMKG menilai kondisi atmosfer saat ini masih mendukung pembentukan awan hujan. Koordinator Bidang Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Karina Husna, mengingatkan warga untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Sejumlah faktor ikut memperkuat peluang terbentuknya cuaca ekstrem di Sulawesi Utara. Prediksi spasial Madden Julian Oscillation atau MJO disebut mendorong meningkatnya proses pembentukan awan hujan di wilayah ini.

Selain itu, anomali suhu permukaan laut atau SST pada rentang -2 hingga 2,5 derajat Celsius di perairan sekitar Sulut menambah pasokan uap air. Kondisi itu memperkuat pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan lebat.

BMKG juga mencatat adanya belokan angin dan konvergensi di sekitar Sulawesi Utara. Dua kondisi ini mendorong penumpukan massa uap air, sementara labilitas lokal yang kuat membuat awan hujan semakin berpotensi tumbuh disertai kilat dan petir di berbagai wilayah.

Pada hari ini, potensi cuaca ekstrem diperkirakan muncul di Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kota Kotamobagu, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Dengan kondisi yang masih dinamis, BMKG meminta masyarakat di wilayah rawan untuk terus mengikuti pembaruan informasi resmi. Langkah ini dinilai penting agar warga bisa mengantisipasi dampak hujan lebat, petir, dan angin kencang selama periode waspada berlangsung.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait