Sunderland Baru Terpakai Separuh, Nissan Jajaki Kerja Sama Produksi Dengan Chery

Author: Redaksi Android62

Nissan tengah mengkaji langkah baru untuk pabrik Sunderland di Inggris dengan membuka pembicaraan bersama Chery. Pembicaraan itu muncul di saat fasilitas tersebut disebut baru terpakai sekitar 50 persen, sehingga Nissan perlu mencari cara agar kapasitas produksi bisa dimanfaatkan lebih optimal.

Menurut Financial Times yang mengutip empat sumber yang mengetahui negosiasi, diskusi tersebut masih bersifat awal dan belum tentu berujung pada kesepakatan. Nissan juga disebut tidak hanya berbicara dengan Chery, tetapi ikut menjajaki peluang dengan sejumlah perusahaan lain.

Dorongan untuk menaikkan utilisasi pabrik

Sunderland merupakan salah satu aset penting Nissan di Eropa dan sudah lama menjadi basis operasinya di Inggris sejak dekade 1980-an. Dengan sekitar 6.000 karyawan, fasilitas ini memegang peran besar dalam strategi produksi Nissan di kawasan tersebut.

Namun, kondisi pabrik yang hanya terisi sekitar separuh kapasitas membuat efisiensi menjadi isu utama. Dalam industri otomotif, pabrik yang tidak dipakai penuh tetap menanggung biaya operasional, sementara output produksinya belum maksimal.

Karena itu, Nissan sedang mencari penggunaan yang lebih tepat untuk pabrik tersebut. Perusahaan asal Jepang itu menyampaikan bahwa pihaknya masih mengkaji peluang masa depan agar utilitas fasilitas bisa mendekati penuh, meski belum ada pengumuman resmi yang disampaikan kepada Reuters terkait hasil pembahasan itu.

Chery memerlukan jalur cepat masuk ke Eropa

Dari sisi Chery, peluang kerja sama seperti ini sejalan dengan ambisinya memperluas produksi di Eropa. Seorang eksekutif Chery pada bulan ini menyebut perusahaan ingin memanfaatkan pabrik yang sudah ada agar ekspansi bisa berlangsung lebih cepat tanpa harus membangun fasilitas baru dari nol.

Model kerja sama semacam itu memberi keuntungan bagi kedua pihak. Nissan dapat memaksimalkan aset yang sudah berdiri, sementara Chery berpeluang mendapatkan jalur manufaktur lokal yang lebih cepat untuk memperkuat posisinya di pasar Eropa.

Chery juga dikenal agresif memperluas jejak bisnis di luar China. Jika pembicaraan di Sunderland berkembang, kemitraan tersebut bisa menjadi salah satu pintu penting bagi merek itu untuk menambah basis industri di kawasan Eropa.

Bagian dari perombakan yang lebih luas di Nissan

Negosiasi ini juga berkaitan dengan perombakan bisnis Nissan di bawah CEO Ivan Espinosa. Perusahaan sedang berupaya memulihkan kinerja di tengah persaingan yang semakin ketat, terutama dari produsen mobil listrik asal China.

Tahun lalu, Nissan mengumumkan rencana penutupan tujuh pabrik secara global dan pengurangan sekitar 15 persen tenaga kerja dunia. Langkah itu menunjukkan bahwa perusahaan sedang menyesuaikan biaya dan kapasitas produksi agar lebih selaras dengan kondisi pasar.

Di saat yang sama, Nissan juga merampingkan lini model global untuk menjaga stabilitas pendapatan. Dalam situasi seperti ini, memaksimalkan fasilitas yang sudah ada menjadi pilihan yang lebih masuk akal dibanding membangun pabrik baru, apalagi jika ada mitra strategis yang bisa diajak bekerja sama.

Hubungan yang bukan hal baru

Pembicaraan Nissan dan Chery di Sunderland juga mendapat konteks dari kerja sama sebelumnya antara keduanya. Nissan sebelumnya melepas aset manufakturnya di Rosslyn, Afrika Selatan, kepada cabang lokal Chery.

Langkah itu menunjukkan bahwa hubungan bisnis kedua perusahaan bukan sesuatu yang benar-benar baru. Polanya juga serupa, yakni Nissan berusaha mengurangi beban dari aset yang kurang produktif, sedangkan Chery membutuhkan pijakan manufaktur di lokasi yang strategis.

Meski begitu, Nissan masih menegaskan belum ada keputusan yang diumumkan. Diskusi dengan Chery dan perusahaan lain tetap menjadi bagian dari evaluasi untuk memastikan Sunderland bisa beroperasi lebih penuh dan memberi dorongan yang lebih kuat bagi bisnis Nissan di Inggris.

Berita Terbaru