Surabaya Dalam 17 Sajian Legendaris, Dari Petis Kuat Hingga Rawon Malam Olahan Paling Ikonik

Author: Redaksi Android62

Di Surabaya, kuliner malam sering menjadi penanda paling kuat dari karakter rasa kota ini. Rawon Setan, Sego Sambel Mak Yeye, nasi goreng jancuk, dan Nasi Udang Bu Rudy menunjukkan satu pola yang sama: rasa tegas, porsi yang memuaskan, dan bumbu yang tidak dibuat setengah hati.

Karena itulah, daftar kuliner legendaris Surabaya tidak hanya hidup di jam makan utama. Banyak di antaranya justru semakin dikenal saat malam tiba, ketika orang mencari hidangan hangat, pedas, dan gurih yang terasa langsung menempel di ingatan.

Jejak rasa yang paling mudah dikenali

Nama Surabaya sangat lekat dengan makanan yang memakai petis, kluwek, kelapa sangrai, dan racikan bumbu yang berani. Karakter itu terlihat jelas pada rujak cingur, rawon, sampai sate klopo yang selama bertahun-tahun tetap dicari pemburu kuliner.

Rujak Cingur Ahmad Jais di Jl. Achmad Jais No.40, Genteng, menjadi salah satu contoh paling kuat. Sajian ini memadukan irisan cingur sapi, lontong, tahu, tempe, buah, dan sayur segar dengan bumbu petis yang diulek langsung, sehingga rasa gurih dan sedikit manisnya terasa dominan.

Di sisi lain, Rawon Setan di Jl. Embong Malang No.78 menawarkan pengalaman berbeda lewat kuah hitam berbahan kluwek. Potongan daging sapi yang besar dan empuk biasanya disantap bersama nasi hangat, tauge segar, sambal, dan telur asin, dengan kisaran harga Rp30.000–Rp50.000.

Sate Klopo Ondomohen Bu Asih juga masuk daftar yang sulit dilewatkan. Taburan kelapa parut pada daging memberi aroma sangrai dan rasa gurih yang lebih dalam saat dibakar, sehingga menu ini tampil berbeda dari sate lain yang lebih umum ditemui di daerah lain.

Hidangan berkuah yang tetap merakyat

Selain menu yang kuat bumbunya, Surabaya juga punya deretan makanan berkuah dan nasi yang terasa sederhana tetapi padat isi. Lontong balap, tahu tek, tahu campur, dan soto Ambengan menjadi empat nama yang sering disebut saat membahas kuliner khas kota ini.

Lontong balap menyajikan lontong, tauge, tahu goreng, lentho, dan kuah gurih dalam satu piring. Racikannya terasa ringan, tetapi tetap mengenyangkan karena permainan tekstur dan bumbunya berjalan seimbang.

Tahu tek menonjol lewat potongan tahu goreng, kentang, lontong, tauge, dan bumbu kacang petis. Suara gunting saat bahan dipotong menjadi ciri khas yang mudah dikenali, sementara petis memberi rasa yang tegas dan membedakannya dari sajian sejenis.

Tahu campur menghadirkan tahu, mie, sayuran, dan daging dalam kuah berbumbu. Perpaduan itu membuatnya terasa lengkap, dengan aroma kuat dan rasa gurih yang tetap menjaga identitas utamanya.

Soto Ambengan punya tempat tersendiri bagi pencinta kuah gurih. Sajian ini sering dipilih saat mencari makanan yang menghangatkan, tetapi tetap terasa akrab dengan lidah warga Surabaya.

Pilihan malam yang terus dicari

Bagi banyak orang, Surabaya justru paling hidup saat malam lewat menu yang pedas dan padat rasa. Rawon Setan kerap ramai pada malam hari, sementara Sego Sambel Mak Yeye dikenal luas sebagai pilihan bagi penikmat pedas yang mencari makan larut.

Nasi goreng jancuk juga ikut mencuri perhatian karena porsinya besar dan rasa pedasnya menonjol. Nama yang unik ikut menguatkan kesan berani, selaras dengan racikan nasi goreng yang gurih dan tegas.

Nasi Udang Bu Rudy menyajikan kombinasi nasi hangat, udang, dan sambal yang kuat. Menu ini sering diburu karena menyatukan pedas dan gurih dalam satu piring tanpa banyak tambahan lain.

Sego Sambel Mak Yeye tampil dengan sambal pedas dan lauk pendamping sederhana. Justru dari kesederhanaan itulah rasa pedasnya terasa lebih menonjol dan cocok dengan selera malam warga Surabaya.

Jajanan, semanggi, dan penutup klasik

Daftar kuliner legendaris Surabaya tidak berhenti pada makanan berat. Leker Paimo dan Bala-Bala Pak Gendut menunjukkan bahwa jajanan kaki lima juga bisa bertahan lama karena rasa dan konsistensi yang dijaga.

Leker Paimo dikenal tipis, mudah dinikmati, dan punya variasi isi yang membuatnya pas sebagai camilan. Bala-bala Pak Gendut menawarkan tekstur renyah dengan rasa gurih yang cocok untuk teman santai.

Pecel semanggi memberi warna yang berbeda karena menghadirkan daun semanggi dan bumbu gurih-manis yang jarang ditemui di daerah lain. Sajian ini memperlihatkan tradisi kuliner rakyat yang masih kuat melekat pada Surabaya.

Untuk penyegar di tengah dominasi rasa gurih dan pedas, Zangrandi Ice Cream dan Es Krim Newport sering dicari sebagai penutup yang lebih ringan. Sementara itu, Kue Lapis Surabaya tetap menempati posisi istimewa lewat karakter manis dan lembut, tampilan berlapis, serta citranya sebagai oleh-oleh yang akrab dalam ingatan banyak orang.

Source: www.jawapos.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru