Surplus Hewan Kurban Jatim Sangat Besar, Pengawasan Kesehatan Dan Penyembelihan Diperketat

Jawa Timur memasuki masa persiapan Idul Adha dengan posisi yang sangat kuat di sektor hewan kurban. Ketersediaan sapi, kambing, domba, dan kerbau tercatat jauh di atas kebutuhan, sehingga pasokan untuk masyarakat di dalam daerah maupun pengiriman ke luar wilayah tetap aman.

Data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan di 38 kabupaten dan kota menunjukkan bahwa seluruh jenis ternak kurban berada dalam kondisi surplus. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan, stok yang tersedia bukan hanya cukup, tetapi melampaui proyeksi kebutuhan secara besar.

Stok sapi, kambing, domba, dan kerbau melampaui kebutuhan

Dari data yang dihimpun, stok sapi di Jawa Timur mencapai 629.119 ekor. Jumlah itu jauh lebih tinggi dibanding kebutuhan yang diproyeksikan, yakni 70.550 ekor.

Kondisi serupa terlihat pada kambing yang tersedia sebanyak 940.693 ekor dari kebutuhan 297.900 ekor. Untuk domba, stok yang tercatat mencapai 484.468 ekor, sedangkan kebutuhan berada di angka 58.600 ekor.

Kerbau juga berada dalam kondisi aman. Jumlah yang tersedia mencapai 1.698 ekor, sementara kebutuhan hanya 10 ekor.

Ketersediaan yang besar ini membuat Jawa Timur tetap berpeluang menjadi daerah pemasok ternak kurban. Di saat kebutuhan masyarakat dipenuhi, pasokan ke luar daerah juga masih bisa berjalan.

Khofifah minta masyarakat tidak khawatir

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu cemas menghadapi kebutuhan kurban. Ia menyebut stok ternak tahun ini benar-benar mencukupi dan bahkan surplus besar.

Menurut Khofifah, kondisi tersebut memberi ruang aman bagi distribusi hewan kurban di dalam provinsi. Pada saat yang sama, suplai ke wilayah lain tetap dapat dipenuhi tanpa mengganggu kebutuhan lokal.

Hal ini menjadi penting karena Idul Adha selalu memicu peningkatan permintaan hewan kurban dalam waktu singkat. Dengan stok yang sudah jauh di atas kebutuhan, risiko kekurangan dipastikan kecil.

Pengawasan kesehatan hewan diperketat

Selain soal jumlah, Pemprov Jatim juga memberi perhatian besar pada kondisi kesehatan hewan. Sebanyak 950 dokter hewan dan 1.500 paramedik veteriner disiagakan untuk melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem.

Pemeriksaan sebelum dan sesudah pemotongan ini menjadi bagian penting untuk memastikan hewan kurban layak dan aman dikonsumsi. Langkah tersebut juga membantu menjaga mutu distribusi hingga proses penyembelihan di lapangan.

Pengawasan ini tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga memastikan pelaksanaan kurban berjalan sesuai standar kesehatan hewan. Dengan begitu, masyarakat dapat berkurban dengan rasa tenang.

JULEHA bersertifikat ikut disiapkan

Pemprov Jatim juga menyiapkan 1.997 Juru Sembelih Halal atau JULEHA bersertifikat. Mereka menjadi bagian dari kesiapan teknis agar proses penyembelihan berjalan sesuai ketentuan syariat.

Kehadiran JULEHA bersertifikat membantu pelaksanaan kurban di berbagai daerah berlangsung lebih tertib dan profesional. Dukungan ini sekaligus memperkuat pengelolaan ibadah kurban dari sisi teknis di lapangan.

Dengan tenaga yang sudah dipersiapkan, proses penyembelihan diharapkan tidak hanya sesuai aturan agama, tetapi juga teratur dalam pelaksanaannya. Ini menjadi pelengkap dari kesiapan stok dan pengawasan kesehatan hewan.

PMK dan LSD masih dikendalikan

Khofifah juga menyampaikan bahwa ancaman Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK serta Lumpy Skin Disease atau LSD kini sudah terkendali. Pengendalian dilakukan melalui vaksinasi masif yang dijalankan di berbagai wilayah Jawa Timur.

Meski situasi sudah dinilai aman, perdagangan hewan kurban tetap berada dalam pengawasan. Setiap hewan yang diperjualbelikan wajib memiliki sertifikat veteriner dan minimal telah menerima vaksinasi PMK dosis pertama.

Aturan tersebut dibuat agar hewan yang masuk ke pasar kurban tetap memenuhi syarat kesehatan. Dengan langkah itu, distribusi hewan kurban di Jawa Timur dapat tetap berjalan stabil tanpa mengabaikan aspek keamanan pangan dan kelayakan ternak.

Source: harian.disway.id

Berita Terkait