Swiss Diunggulkan Jauh di Laga Pembuka, Qatar Dihadapkan Start yang Berat

Switzerland datang ke laga pembuka Grup B dengan keunggulan prediksi yang sangat tegas. Opta supercomputer menempatkan mereka sebagai pemenang dalam 76,0 persen dari 25.000 simulasi, sedangkan Qatar hanya memiliki peluang 9,1 persen.

Situasi itu membuat pertandingan di San Francisco Bay Area Stadium, Santa Clara, California, langsung terasa berat bagi Qatar. Mereka akan memulai perjalanan bersama Bosnia-Herzegovina dan tuan rumah Kanada di Grup B, dengan beban untuk segera menunjukkan wajah berbeda dari penampilan di turnamen besar sebelumnya.

Swiss membawa stabilitas yang lebih meyakinkan

Switzerland masuk ke turnamen ini dengan modal kualifikasi yang jauh lebih rapi. Mereka menjuarai Grup B zona UEFA lewat empat kemenangan dan dua hasil imbang, tanpa sekalipun tertinggal dalam satu laga kualifikasi.

Dua hasil seri itu terjadi saat tandang ke Slovenia dan Kosovo. Di fase tersebut, Breel Embolo tampil sebagai top skor Grup B dan kembali menjadi salah satu tumpuan utama Murat Yakin di lini depan.

Embolo juga datang dengan reputasi kuat di ajang besar. Ia menjadi satu dari lima pemain yang mencetak lebih dari satu gol di Piala Dunia 2022 dan Euro 2024, bersama Harry Kane, Kai Havertz, Niclas Füllkrug, dan Cody Gakpo.

Catatan Swiss di Piala Dunia pun jauh lebih konsisten. Mereka tidak kalah dalam enam laga pembuka terakhir, sejak tumbang 5-0 dari Jerman Barat pada 1966, dan kini berada di peringkat 19 dunia, 37 posisi di atas Qatar.

Qatar memikul tekanan dari riwayat yang belum stabil

Bagi Qatar, laga ini menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki cerita mereka di Piala Dunia. Ini baru penampilan kedua mereka di turnamen, dan yang pertama sebagai tim yang lolos lewat kualifikasi setelah sebelumnya tampil sebagai tuan rumah pada 2022.

Namun, pengalaman terakhir di panggung besar masih meninggalkan catatan pahit. Empat tahun lalu, Qatar finis di dasar klasemen grup setelah kalah dalam tiga laga, kebobolan tujuh gol, dan hanya mencetak satu gol.

Mereka tetap membawa bekal yang patut diperhitungkan dari jalur kualifikasi. Dalam 16 laga pada dua babak kualifikasi, Almoez Ali mencetak 12 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak di kualifikasi AFC untuk turnamen ini.

Akram Afif juga tampil menonjol dengan 11 assist dari 16 penampilan. Enam di antaranya lahir dari situasi bola mati, sementara total 15 kontribusi golnya hanya kalah dari Mehdi Taremi di antara pemain Asia yang lolos ke turnamen ini.

Riwayat pertemuan memberi ruang harapan tipis

Secara sejarah, pertemuan kedua tim masih sangat jarang. Satu-satunya duel sebelumnya terjadi pada laga uji coba November 2018, ketika Qatar menang 1-0 di Lugano lewat gol Akram Afif pada menit ke-86.

Dari skuad Qatar yang tampil saat itu, masih ada sembilan pemain yang kembali masuk daftar untuk Piala Dunia ini. Di kubu Swiss, tujuh pemain masih bertahan, termasuk kapten Granit Xhaka dan Remo Freuler.

Fakta itu memberi sedikit konteks bahwa Qatar pernah menyulitkan lawan yang lebih kuat. Meski begitu, performa terbaru dan data prediksi tetap menempatkan Switzerland sebagai tim yang paling dekat untuk memulai Grup B dengan tiga poin perdana.

Momentum kedua tim tidak sepenuhnya sama

Qatar datang dengan catatan produktivitas yang sedang seret. Mereka gagal mencetak gol dalam 373 menit terakhir di semua ajang dan terakhir menjebol gawang lawan pada laga Arab Cup melawan Suriah pada Desember 2025.

Rangkaian itu juga mencakup kekalahan 1-0 dari Republik Irlandia dan hasil imbang tanpa gol kontra El Salvador dalam uji coba pra-Piala Dunia. Dua laga tersebut berlangsung setelah tiga pertandingan yang direncanakan melawan Serbia, Argentina, dan Sudan dibatalkan.

Swiss juga tidak sepenuhnya tanpa masalah, meski tetap lebih stabil. Setelah laju kuat pada 2025, mereka membuka 2026 dengan kekalahan 4-3 dari Jerman, lalu bermain imbang melawan Norwegia dan Australia, di sela kemenangan 4-1 atas Yordania.

Dan Ndoye ikut memberi opsi tambahan karena mencetak gol dalam tiga laga itu, termasuk saat membuka skor melawan Australia di San Diego. Selain Embolo, Murat Yakin juga memiliki Joël Monteiro dan Christian Fassnacht sebagai pilihan serangan dari Young Boys.

Source: theanalyst.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer