Pasar tablet murah kini menawarkan pilihan yang jauh lebih matang untuk hiburan, belajar, dan kerja ringan. Di kelas harga mulai Rp2 jutaan, konsumen sudah bisa menemukan layar besar, refresh rate tinggi, jaringan 4G, sampai paket penjualan yang lebih lengkap untuk kebutuhan harian.
Dorongan terbesarnya datang dari kebiasaan menonton yang semakin kuat. Karena itu, tablet murah 2026 tidak lagi diposisikan sebagai perangkat seadanya, melainkan sebagai perangkat utama untuk streaming, membaca, kelas online, dan tugas harian.
Layar menjadi nilai jual paling terasa
Bagi pengguna yang sering menonton video, panel layar biasanya jadi pembeda paling cepat terasa. Banyak tablet murah terbaru kini membawa resolusi 2K atau 2,5K, ukuran layar lega, dan refresh rate tinggi agar pengalaman menonton lebih nyaman dalam waktu lama.
MotoPad 60 Neo termasuk yang paling menonjol di sisi ini. Tablet tersebut memakai layar IPS 11 inci beresolusi 2,5K, refresh rate 90Hz, dan tingkat kecerahan 500 nits, dengan harga sekitar Rp2.869.000.
Selain layar, paket penjualannya juga menarik karena sudah menyertakan stylus dan folio case. Dengan karakter seperti itu, perangkat ini lebih cocok untuk film, browsing, dan aktivitas harian ketimbang permainan berat.
Mobilitas dan daya tahan ikut diperhatikan
Tidak semua pembeli hanya mencari layar besar. Sebagian pengguna lebih membutuhkan perangkat yang ringan, tipis, dan tahan dipakai di berbagai situasi.
Honor Pad X8b masuk ke kelompok ini dengan baterai 10.100 mAh, bodi metal ramping setebal sekitar 7,25 mm, dan bobot 499 gram. Tablet ini juga memiliki sertifikasi ketahanan dari SGS Swiss, sehingga memberi nilai tambah pada sisi perlindungan terhadap benturan dan tekanan.
Harga resminya ada di kisaran Rp3 jutaan. Posisi ini membuatnya menarik untuk pengguna yang ingin tablet terasa solid tanpa mengorbankan kemudahan dibawa.
Konektivitas 4G makin relevan untuk pengguna aktif
Kebutuhan streaming sekarang sering berjalan beriringan dengan mobilitas. Karena itu, tablet yang membawa dukungan 4G mulai dipandang lebih fleksibel karena tidak selalu bergantung pada Wi-Fi.
Redmi Pad 2 4G hadir dengan layar 2.5K, RAM 6 GB, chipset yang cukup bertenaga, dan dukungan 4G LTE. Harganya berada di sekitar Rp2.999.000, sehingga masih masuk kategori terjangkau untuk pengguna yang sering berpindah tempat.
Di kelas yang sama, Redmi Pad 2 SE 4G juga menawarkan pengalaman multimedia yang kuat. Tablet ini memakai layar 9,7 inci berpanel 2K dengan refresh rate 120Hz, speaker stereo dengan Dolby Atmos, serta jack audio 3,5 mm.
Untuk varian Wi-Fi, harganya Rp2.700.000, sedangkan versi 4G dibanderol sekitar Rp3.500.000. Kombinasi itu membuatnya cocok bagi pengguna yang ingin hiburan lebih mulus dalam bodi yang tidak terlalu besar.
Ukuran layar besar untuk kerja ringan dan hiburan
Jika kebutuhan utamanya adalah ruang pandang yang luas, Infinix XPad Edge punya pendekatan berbeda. Tablet ini membawa panel 13,2 inci beresolusi 2,4K dan bodi metal tipis sekitar 6,19 mm.
Paket pembeliannya juga sudah termasuk keyboard, sehingga perangkat ini terasa seperti laptop mini untuk kerja ringan sekaligus menonton. Fitur reverse charging turut tersedia, dan harga resminya sekitar Rp4.499.000.
Opsi lebih ramah untuk belajar dan keluarga
Di sisi lain, Infinix XPad 30E menargetkan penggunaan belajar dengan harga yang lebih terjangkau. Tablet ini dilengkapi AI Tutor yang bisa membantu menyelesaikan soal lewat pemindaian gambar, dengan dukungan bahasa Indonesia dan Inggris.
Fitur tersebut membuatnya relevan untuk video pembelajaran, aktivitas pendidikan, dan penggunaan ringan sehari-hari. Harga resminya berada di kisaran Rp2,2 juta hingga Rp2,4 juta.
Deretan tablet ini menunjukkan bahwa perangkat murah di 2026 sudah bergerak ke arah yang lebih fungsional. Ada yang mengutamakan layar untuk streaming, ada yang menonjolkan baterai dan ketahanan, dan ada pula yang membawa fitur belajar berbasis AI untuk kebutuhan yang lebih beragam.
Source: yoursay.suara.com