Di iklim tropis, ada sejumlah tanaman liar yang justru tampil paling menonjol karena warna bunganya cerah dan daya tahannya kuat. Tanaman-tanaman ini tidak hanya hidup tanpa banyak bantuan, tetapi juga sering muncul di area yang keras seperti pinggir jalan, tanah lembap, hingga tepi sungai.
Keunggulan itu membuat beberapa jenis liar kerap dipilih untuk menghias pekarangan tanpa perawatan yang rumit. Dari yang merambat cepat sampai yang tumbuh rimbun dan disukai serangga penyerbuk, masing-masing punya daya tarik sendiri.
Salah satu yang paling mudah dikenali adalah kembang sepatu. Tanaman ini kerap tumbuh liar di semak-semak atau di pinggir jalan pedesaan, lalu menampilkan bunga besar berwarna merah, merah muda, atau kuning.
Kembang sepatu juga terkenal tangguh menghadapi panas. Karena hanya memerlukan sinar matahari yang cukup dan penyiraman secukupnya, tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai pagar hidup yang sekaligus memperindah halaman.
Jenis lain yang tak kalah menarik adalah krokot atau bunga pukul sembilan. Tanaman ini sering terlihat di sela bebatuan dan pinggiran halaman, dengan daun tebal berdaging serta bunga kecil yang mekar serentak pada pagi hari sekitar pukul sembilan.
Warna bunganya pun beragam, mulai dari merah muda, oranye, kuning, hingga putih bersih. Meski sering dianggap gulma karena cepat menyebar, krokot justru banyak dipakai sebagai penutup tanah dan tanaman hias di pot gantung.
Di area yang lebih lembap dan teduh, oxalis triangularis hadir dengan tampilan yang berbeda. Daunnya menyerupai sayap kupu-kupu dan berwarna ungu gelap, sementara bunganya kecil dengan warna putih atau merah muda pucat.
Tanaman ini sering tumbuh liar di bawah naungan pohon besar atau di sela rerumputan. Di alam, oxalis triangularis berkembang dari umbi di dalam tanah dan dapat melipat daunnya pada malam hari atau saat cuaca terlalu terik.
Tahan di area basah dan terbuka
Canna indica atau yang juga dikenal sebagai bunga tasbih dan bunga kana, biasanya ditemukan di tepi sungai, selokan, atau hutan terbuka. Ukurannya cukup besar dengan daun lebar dan bunga merah, oranye, atau kuning yang mudah mencuri perhatian.
Bunga ini mekar terus-menerus sehingga tetap menonjol di antara tanaman liar lain. Kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi tanah membuat canna indica banyak dibudidayakan sebagai tanaman lanskap di taman-taman kota.
Ada pula asoka yang sering tumbuh liar di pekarangan kosong atau pinggiran hutan dataran rendah. Bunganya bergerombol membentuk bola api kecil berwarna merah menyala, jingga, atau kuning.
Asoka dikenal menarik kupu-kupu dan serangga penyerbuk karena nektarnya melimpah. Dalam pertamanan, tanaman ini kerap dipilih sebagai pagar atau pembatas taman karena cabangnya rimbun dan mudah dibentuk.
Kelima tanaman ini memperlihatkan bahwa tanaman liar tidak selalu identik dengan gulma yang mengganggu. Di lingkungan tropis, justru ada banyak jenis liar yang bisa memberi warna, bentuk, dan fungsi sekaligus, tanpa menuntut perawatan yang berat.
Source: www.idntimes.com