Pemkot Bandung mendorong pembenahan kota lewat dua sasaran yang paling cepat dirasakan warga, yakni kebersihan dan kondisi jalan. Untuk mendukung target itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mempercepat koordinasi dengan Pemprov Jawa Barat agar penanganan di lapangan bisa berjalan lebih cepat dan lebih terukur.
Salah satu bentuk dukungan yang sedang disiapkan adalah penambahan tenaga kebersihan. Farhan menyebut komunikasi dengan Gubernur Dedi Mulyadi membuka ruang kerja sama yang lebih konkret, termasuk penguatan operasi pembersihan di Bandung yang selama ini masih membutuhkan tambahan tenaga.
Dukungan Pemprov untuk kebersihan kota
Farhan mengatakan pembicaraan dengan gubernur menghasilkan respons yang cepat terhadap kebutuhan lapangan. Saat efektivitas petugas kebersihan dibahas, ia menyampaikan jumlah yang ada masih kurang dan langsung mendapat tawaran bantuan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Saat berdiskusi, beliau menanyakan efektivitas petugas kebersihan. Saya sampaikan masih kurang dan beliau langsung menawarkan bantuan,” ujar Farhan.
Pemprov Jabar juga berkomitmen menangani penyapuan di seluruh jalan provinsi yang berada di Kota Bandung. Selain itu, sekitar 130 personel pasukan sapu dari pemerintah provinsi disiapkan untuk memperkuat pekerjaan kebersihan di lapangan.
Tambahan personel tersebut dianggap penting agar penanganan tidak hanya mengandalkan sumber daya yang sudah ada di Pemkot Bandung. Dengan dukungan itu, pemerintah daerah berharap titik-titik yang masih kotor bisa ditangani lebih cepat tanpa menunggu terlalu lama.
Pemetaan titik masalah diperketat
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga memperketat pengawasan di wilayah untuk memastikan masalah yang muncul benar-benar terdata. Farhan menginstruksikan camat dan lurah turun langsung setiap Minggu pagi untuk memetakan titik yang membutuhkan penanganan.
Langkah itu dilakukan sejak 19 April dengan jam kerja lapangan pada pukul 04.00–07.00. Pada tahap awal, pemetaan dilakukan di 46 titik, tetapi hasilnya belum memuaskan sehingga target akhir pekan berikutnya dinaikkan menjadi 181 titik.
Farhan menilai pengawasan langsung menjadi cara paling efektif untuk mengetahui kondisi riil di lapangan. Dari pemetaan rutin itu, pemerintah bisa memilah lokasi yang membutuhkan tindakan cepat dan lokasi yang bisa ditangani bertahap.
Pendekatan tersebut juga membuat proses penanganan lebih terarah. Pemerintah daerah dapat segera mengarahkan sumber daya ke titik yang paling bermasalah tanpa kehilangan gambaran umum tentang kondisi kota.
Perbaikan jalan menjadi tahap awal
Selain urusan kebersihan, pembenahan infrastruktur tetap masuk agenda utama. Farhan menegaskan bahwa perbaikan jalan menjadi langkah awal sebelum penataan trotoar dan pengamanan galian utilitas dilakukan.
Ia menekankan bahwa penataan kota tidak cukup dilihat dari kelancaran kendaraan bermotor. Pejalan kaki dan pesepeda juga harus mendapat ruang yang aman dan nyaman agar fungsi jalan benar-benar dirasakan semua warga.
“Perbaikan dimulai dari jalan terlebih dahulu. Setelah itu trotoar diperbaiki. Galian utilitas juga akan dipastikan aman sebagai acuan penataan,” ungkap Farhan.
Urutan kerja seperti itu menunjukkan pembenahan Bandung diarahkan secara bertahap. Fokusnya bukan hanya pada tampilan fisik, tetapi juga pada kenyamanan mobilitas warga di ruang publik.
Koordinasi tetap dijaga
Farhan menegaskan kerja sama dengan Pemprov Jabar akan terus dijaga agar program percepatan tidak tersendat. Ia menyebut perbedaan gaya komunikasi antarpemimpin bukan masalah selama tujuan utamanya sama, yaitu mempercepat perbaikan kota.
Rapat koordinasi juga akan digelar untuk memastikan seluruh langkah berjalan sesuai arah yang disepakati. Dengan tambahan personel dari pemerintah provinsi, penanganan kebersihan dan pembenahan kota diharapkan bergerak lebih efektif di jalan, trotoar, dan titik-titik yang selama ini menjadi perhatian warga Bandung.
Source: mediaindonesia.com






