Tanaman Hias yang Tetap Tangguh Di Sudut Teduh, 10 Pilihan Ini Tak Butuh Matahari Langsung

Author: Redaksi Android62
Add on Google

Tanaman hias tidak selalu bergantung pada jendela besar atau sinar matahari langsung. Ada sejumlah jenis yang justru tetap bisa bertahan di ruangan redup, asalkan masih mendapat sedikit cahaya, termasuk dari lampu, untuk membantu proses fotosintesis.

Kondisi ini membuat tanaman indoor semakin cocok dipakai di kamar, ruang kerja, atau sudut rumah yang jauh dari cahaya alami. Pilihannya juga tidak sempit, karena ada tanaman berdaun tebal, tanaman merambat, sampai jenis yang masih dapat berbunga di tempat dengan cahaya minim.

Pilihan yang tahan di sudut ruangan

Beberapa tanaman dikenal sangat kuat untuk area teduh. Lidah mertua atau Sansevieria termasuk yang paling sering dipilih karena minim perawatan dan tetap dapat tumbuh meski ditempatkan jauh dari jendela.

Tanaman ZZ atau Zamioculcas zamiifolia juga punya daya tahan tinggi di cahaya rendah. Daunnya yang mengkilap membuat tanaman ini sering dipakai untuk memberi kesan rapi di ruang kerja, kamar, atau sudut rumah yang redup.

Sirih gading atau pothos menjadi opsi lain yang mudah dirawat. Tanaman merambat ini cocok diletakkan di pot gantung atau di atas meja untuk memberi sentuhan hijau tanpa membutuhkan pencahayaan langsung.

Tetap menarik meski cahaya terbatas

Tidak semua tanaman toleran cahaya rendah hanya unggul karena tahan hidup. Ada juga yang tetap menonjol dari sisi tampilan, sehingga fungsinya bukan sekadar bertahan di ruangan gelap.

Peace lily atau Spathiphyllum termasuk yang masih bisa berbunga meski ditempatkan di lokasi minim sinar matahari. Sifat ini membuatnya berbeda dari banyak tanaman indoor lain yang hanya kuat bertahan tanpa memberi tampilan bunga.

Aglaonema atau Chinese Evergreen juga banyak disukai karena warna daunnya tetap indah di tempat teduh. Tanaman ini memberi nilai dekoratif kuat untuk ruangan yang tidak mendapat banyak cahaya alami.

Tanaman besi cor atau Aspidistra elatior juga termasuk sangat toleran terhadap pencahayaan rendah. Jenis ini kerap digunakan di bagian dalam rumah yang jarang tersentuh cahaya matahari langsung.

Jenis lain yang cocok untuk indoor redup

Selain tanaman yang sudah umum, ada beberapa pilihan lain yang sesuai untuk kondisi dalam rumah yang cahayanya terbatas. Pakis sarang burung atau Bird’s Nest Fern menyukai tempat lembab dan teduh, sehingga pas untuk ruangan yang tetap nyaman meski tidak terang.

Palem parlor juga sering dipilih sebagai tanaman hias indoor. Tampilannya rapi dan ringan secara visual, sehingga cocok untuk mempercantik ruangan dengan pencahayaan terbatas.

Spider plant atau Chlorophytum comosum menjadi pilihan praktis bagi penghuni rumah yang baru mulai merawat tanaman hias. Tanaman ini tahan banting dan tidak membutuhkan cahaya matahari langsung untuk tetap hidup.

Begonia juga lebih menyukai tempat teduh daripada paparan matahari langsung. Karena itu, tanaman ini masih bisa dipakai untuk ruang dengan cahaya yang tidak terlalu kuat tanpa kehilangan daya tariknya.

Perawatan dasar tetap menentukan

Tanaman yang tahan cahaya rendah tetap perlu dirawat dengan benar agar kondisi daunnya tidak cepat rusak. Ventilasi yang baik penting supaya ruangan tidak terlalu lembap dan tanaman tetap sehat.

Penyiraman juga harus dijaga agar tidak berlebihan. Akar bisa busuk jika tanah terus basah, sehingga cara yang aman adalah menunggu tanah mengering sebelum menyiram kembali, terutama untuk tanaman indoor di ruangan redup.

Disclaimer
Artikel ini disusun dengan bantuan sistem otomasi dan ditinjau oleh redaksi agar tetap sesuai dengan fakta dari sumber rujukan.
Berita Terbaru