Tanpa Potongan Iuran Pensiun, Gaji Ke-13 ASN Dijadwalkan Cair Penuh Juni 2026

Author: Redaksi Android62

Pencairan Gaji ke-13 pada Juni 2026 menjadi kabar yang paling dinantikan oleh ASN, TNI, Polri, dan pensiunan. Tahun ini, pembayaran tersebut dipastikan dilakukan penuh tanpa potongan iuran pensiun, sehingga nominal yang diterima lebih utuh dibanding komponen gaji rutin.

Kebijakan ini juga menegaskan bahwa Gaji ke-13 tetap dipakai sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi abdi negara. Di saat yang sama, dana ini diarahkan untuk membantu kebutuhan biaya pendidikan menjelang tahun ajaran baru.

Yang perlu dicatat, satu-satunya pengurangan yang tetap berlaku adalah pajak penghasilan yang ditanggung pemerintah. Artinya, komponen Gaji ke-13 dibayar 100 persen dan tidak dipotong iuran pensiun seperti yang kerap menjadi perhatian penerima.

Pemerintah menjadwalkan pencairan paling cepat pada Juni 2026 sesuai aturan yang berlaku. Bila ada kendala teknis atau administratif, pembayaran dapat dilakukan setelah bulan Juni melalui Surat Perintah Pencairan Dana atau SP2D.

Besaran Gaji ke-13 tidak dihitung sembarangan. Nilainya mengacu pada komponen penghasilan yang diterima pada bulan Mei 2026 agar pembayaran mengikuti struktur penghasilan yang berlaku pada periode itu.

Untuk ASN pusat, komponen yang menjadi dasar meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, serta tunjangan kinerja sesuai jabatan. Skema ini membuat penerimaan lebih lengkap karena tunjangan kinerja ikut masuk dalam perhitungan.

ASN di daerah juga mendapat komponen yang serupa. Mereka menerima gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, serta tambahan penghasilan atau tukin daerah.

Meski begitu, besaran untuk ASN daerah tetap menyesuaikan kemampuan kapasitas fiskal masing-masing daerah. Karena itu, nominal yang diterima bisa berbeda antarwilayah meskipun komponen dasarnya sama.

Pensiunan pun masuk dalam daftar penerima Gaji ke-13. Komponennya terdiri dari pensiun pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tambahan penghasilan bagi penerima pensiun.

Nominal yang diterima setiap orang juga dapat berbeda sesuai status penghasilan terakhirnya. Penyesuaian itu otomatis mengikuti kenaikan pangkat atau golongan yang terjadi sebelum bulan Mei.

Dari sisi kebijakan, pencairan ini diharapkan mampu mendorong konsumsi rumah tangga secara nasional. Pemerintah juga menilai dana tersebut bisa meringankan beban biaya pendidikan anak yang biasanya naik menjelang tahun ajaran baru.

Selain itu, daya beli jutaan abdi negara diperkirakan memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2026. Karena alasan itu, Gaji ke-13 tetap dipertahankan sebagai instrumen fiskal yang dinilai masih relevan.

ASN diminta memantau pengumuman resmi dari instansi masing-masing untuk mengetahui tanggal spesifik pengiriman dana ke rekening. Pemerintah juga mengingatkan agar dana tersebut digunakan secara bijak sesuai peruntukannya.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru