Target 5 Juta Unit Pada 2030, Changan Incar Naik Kelas Di Peta Otomotif Dunia

Changan Automobile menargetkan penjualan 5 juta unit per tahun pada 2030, sebuah ambisi yang jika tercapai akan menempatkan merek China ini di atas sejumlah nama besar seperti Ford, Honda, dan Nissan dalam volume penjualan global saat ini. Bagi pasar Amerika, Changan memang masih terdengar asing, tetapi arah bisnis perusahaan menunjukkan dorongan kuat untuk keluar dari bayang-bayang pasar domestik.

Target besar itu juga memperlihatkan bahwa Changan tidak lagi ingin bergantung pada China semata. Perusahaan kini mendorong ekspansi luar negeri sebagai mesin utama pertumbuhan, dengan sasaran penjualan internasional di kisaran 1,4 juta hingga 1,8 juta unit pada 2030.

Langkah tersebut menandakan lonjakan skala yang sangat besar dari posisi saat ini. Tahun lalu, Changan mencatat penjualan 638.000 kendaraan di luar China, sehingga jalan menuju target baru itu menuntut perluasan pasar yang agresif dan berkelanjutan.

Dorongan besar dari luar negeri

Pengerjaan strategi global Changan tidak hanya soal menambah angka penjualan, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang lebih luas. Perusahaan berusaha memperkuat portofolio produk sambil memperlebar jangkauan distribusi di berbagai wilayah.

Di dalam ekosistemnya, Changan mengoperasikan sejumlah merek, termasuk Nevo, Deepal, Volga, Avatr, dan Kaicene. Selain itu, perusahaan juga memiliki usaha patungan dengan Mazda dan Ford, yang menunjukkan bahwa jejaring bisnis Changan sudah terhubung ke lebih dari satu saluran.

Elektrifikasi jadi tumpuan utama

Selain ekspansi geografis, pertumbuhan Changan menuju 2030 sangat bergantung pada elektrifikasi. Perusahaan memperkirakan 60% dari total penjualannya akan berasal dari plug-in hybrid dan mobil listrik baterai penuh.

Arah ini sejalan dengan perubahan besar di industri otomotif China, di mana banyak produsen bergerak agresif ke kendaraan listrik. Persaingan harga yang ketat dan pasar yang terus berkembang membuat segmen ini menjadi arena penting bagi pabrikan yang ingin tumbuh lebih cepat.

Changan juga menyiapkan dua sedan listrik penuh yang memakai baterai sodium-ion. Teknologi tersebut disebut lebih murah diproduksi dibandingkan baterai lithium-ion yang umum dipakai saat ini, sehingga berpotensi membantu perusahaan menawarkan kendaraan listrik dengan harga yang lebih terjangkau.

Persaingan sesama produsen China ikut menguat

Ambisi Changan muncul di tengah kompetisi yang juga semakin panas di antara merek-merek China lain. Geely menutup 2025 sebagai produsen mobil terbesar kedelapan di dunia dengan 4,12 juta unit, lalu menargetkan 6,5 juta unit pada 2030.

BYD juga diperkirakan terus mencatat pertumbuhan kuat, meski Reuters menyebut belum ada target resmi untuk 2030. Kondisi ini membuat persaingan tidak hanya terjadi di pasar domestik, tetapi juga di pasar internasional yang sama-sama dibidik banyak pabrikan China.

Bagi Changan, tantangannya bukan sekadar mengejar volume besar. Perusahaan harus memastikan pertumbuhan itu hadir secara konsisten di pasar luar negeri, karena justru dari sana jalan menuju 5 juta unit per tahun akan ditentukan.

Di Amerika, nama Changan masih belum dikenal luas oleh banyak konsumen. Namun jika ekspansi global, perluasan portofolio, dan dorongan elektrifikasi berjalan sesuai rencana, merek ini punya peluang muncul lebih sering dalam peta persaingan otomotif dunia.

Source: www.carscoops.com
Berita Terkait