Tarikannya Bikin Kaget, Aerox E Justru Unggul di Bawah Saat Harga Bikin Melongo

Di atas kertas, Yamaha Aerox E datang dengan banderol yang sulit diabaikan. Skuter listrik ini dijual Rs 2,82 lakh atau setara Rp 53.534.880, jauh di atas Aerox 155 Standard yang berada di Rp 29.380.000.

Selisihnya bahkan masih sangat lebar jika dibandingkan dengan Aerox 155 Connected/ABS yang dibanderol Rp 32.115.000. Perbedaan harga itu membuat Aerox E langsung menempati kelas yang berbeda dari Aerox 155 yang sudah lebih dulu populer di Indonesia.

Tarikan bawah menjadi pembeda utama

Meski lebih mahal, Aerox E justru menawarkan karakter yang membuatnya menarik di penggunaan harian. Motor listrik ini mengandalkan torsi maksimal 48 Nm, angka yang jauh melampaui Aerox 155 yang hanya mencatat 13,9 Nm.

Dengan karakter seperti itu, Aerox E berpotensi terasa lebih spontan saat berangkat dari diam dan melesat di tarikan awal. Pada momen lampu merah berubah hijau, keunggulan motor listrik seperti ini biasanya terasa lebih cepat direspons pengendara.

Sementara itu, Aerox 155 masih unggul dalam tenaga puncak dengan 11,3 kW pada 8.000 rpm. Aerox E berada di 9,4 kW, sehingga keduanya menawarkan pendekatan performa yang berbeda meski sama-sama memakai nama Aerox.

ModelHargaTenaga PuncakTorsi Maksimal
Aerox ERs 2,82 lakh / Rp 53.534.8809,4 kW48 Nm
Aerox 155 StandardRp 29.380.00011,3 kW pada 8.000 rpm13,9 Nm
Aerox 155 Connected/ABSRp 32.115.00011,3 kW pada 8.000 rpm13,9 Nm

Kecepatan puncak masih jadi wilayah mesin bensin

Untuk urusan top speed, Aerox E dibatasi di 95,5 km/jam saat memakai mode Power dan fitur Boost. Angka itu cukup untuk kebutuhan di dalam kota, tetapi belum sepenuhnya menandingi napas mesin bensin saat dipakai dalam perjalanan yang menuntut kecepatan lebih tinggi.

Di titik ini, Aerox 155 masih punya keunggulan sebagai skuter konvensional yang menawarkan tenaga puncak lebih besar. Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa Aerox E lebih menonjol pada dorongan awal, bukan pada kecepatan maksimum.

Fitur premium ikut membentuk posisi Aerox E

Yamaha Motor India meluncurkan Aerox E bersama model EC-06 sebagai skuter listrik premium. Dari sisi tampilan, desainnya tetap membawa karakter sport khas keluarga Aerox sehingga masih terasa akrab bagi penggemar model bermesin bensin.

Perbedaan lain hadir lewat perlengkapan yang dibawa. Aerox E memakai instrumen cluster TFT penuh dengan dukungan navigasi Garmin Street Cross, kontrol musik, dan notifikasi cuaca.

Skuter ini juga dibekali rem cakram di roda belakang serta indikator belok atau lampu sein LED. Fitur-fitur tersebut tidak ditemukan pada Aerox 155 di Indonesia dan ikut menjelaskan mengapa posisi harganya berada jauh di atas versi bensin.

Daya jelajah dan baterai jadi penopang penggunaan harian

Dari sisi daya jelajah, Aerox E diklaim mampu menempuh sekitar 117 km dalam sekali pengisian penuh. Tenaga listriknya disimpan dalam dua paket baterai yang bisa dilepas dengan total kapasitas 3 kWh.

Dengan kombinasi jarak tempuh, torsi besar, dan fitur yang lebih modern, Aerox E diposisikan bukan sekadar sebagai Aerox yang berubah penggerak. Yamaha tampaknya ingin menghadirkan paket yang lebih canggih dan eksklusif, meski konsekuensinya harga jualnya ikut melonjak jauh di atas Aerox 155.

Source: www.suara.com
Berita Terkait