Tato naga besar di punggung Dong Ju dan kemampuan bertarungnya menjadi petunjuk paling kuat bahwa sosok yang terlihat tenang itu punya masa lalu yang keras. Momen ketika ia membantu Ga Woo Su, Yeo Ui Ju, dan Choi Ji A dari gangguan sekelompok rentenir membuat sisi lama Dong Ju kembali terlihat jelas.
Di balik perannya sebagai guru Sastra Korea SMA Murim, karakter yang dimainkan Kim Dong Kyu ini memang tidak tumbuh dari kehidupan yang mudah. Ia pernah berada di lingkungan yang penuh konflik sejak masih remaja, lalu perlahan meninggalkan jalan itu setelah mengalami peristiwa yang mengubah cara pandangnya.
Masa remaja yang jauh dari aman
Sejak duduk di bangku SMA, Dong Ju sudah masuk ke pergaulan bebas yang tidak sehat. Situasi itu membuat hidupnya mengarah ke tempat yang salah sejak awal, dan pada kelas sebelas ia benar-benar bergabung dengan kelompok preman jalanan yang sering terlibat perkelahian.
Dari situ, citra keras melekat kuat pada dirinya. Masa itu menjadi fondasi dari reputasi Dong Ju sebagai sosok yang bukan hanya tampak tegas, tetapi juga terbiasa menghadapi kekerasan secara langsung.
Rasa sendirian yang mendorongnya makin tenggelam
Di tengah masa kelam itu, Dong Ju merasa tidak punya orang yang benar-benar mau menolongnya. Perasaan tidak punya pegangan membuatnya berjalan tanpa arah dan makin masuk ke kehidupan yang penuh konflik.
Kesan hangat yang terlihat pada dirinya di masa kini kontras dengan masa lalunya yang rapuh. Justru dari situ terlihat bahwa perubahan Dong Ju tidak datang dari hidup yang mudah, melainkan dari pengalaman yang keras.
Pertemuan yang mengubah arah hidup
Titik balik Dong Ju muncul setelah kecelakaan motor. Dalam kejadian itu, ia bertemu Jung Gi Jeon yang tanpa mengenalnya langsung membawanya ke rumah sakit dengan tulus.
Sikap Gi Jeon meninggalkan kesan kuat pada Dong Ju. Sejak saat itu, ia mulai melihat Gi Jeon sebagai sosok yang layak dijadikan panutan dan menjadi alasan penting baginya untuk keluar dari kehidupan preman.
Janji meninggalkan dunia lama
Setelah pertemuan tersebut, Dong Ju bertekad berhenti menjadi preman jalanan. Ia mulai menata ulang hidupnya dengan tujuan yang lebih jelas dan berusaha menjauh dari kebiasaan lama yang selama ini membentuk dirinya.
Perubahan itu tidak berlangsung cepat. Dong Ju butuh dua tahun untuk memperbaiki nilai-nilainya di SMA, dan proses itu menjadi bagian penting dari transformasi yang ia jalani secara bertahap.
Dari masa lalu keras ke ruang yang lebih tenang
Usaha Dong Ju akhirnya membawanya diterima di universitas yang sama dengan Gi Jeon. Pertemuan mereka kembali di kampus menjadi penanda bahwa hidup Dong Ju sudah bergerak jauh dari titik terendahnya.
Kehadiran di lingkungan akademik memberi makna baru bagi perjalanan Dong Ju. Ia tidak hanya berubah di permukaan, tetapi benar-benar mengambil jalan hidup yang berbeda setelah sempat berada di jalur yang salah.
Rahasia lama yang membuat banyak orang terkejut
Sisi keras Dong Ju kembali mencuri perhatian saat ia menolong tiga siswa dari gangguan rentenir. Pada momen itu, tato yang selama ini tersembunyi ikut terlihat dan langsung membuka fakta bahwa masa lalunya tidak sesederhana yang tampak.
Gabungan tato naga besar di punggung dan kemampuan bertarungnya menegaskan bahwa Dong Ju pernah hidup sebagai preman jalanan. Tidak heran jika banyak siswa di SMA Murim melihatnya sebagai sosok yang sekaligus menarik dan mengejutkan.
Source: www.idntimes.com






