Solusi kecerdasan buatan Telkom kini tidak lagi berdiri sendiri di masing-masing lini, melainkan dikumpulkan dalam satu ekosistem yang lebih terhubung. Melalui AIcosystem, Telkom menyiapkan fondasi agar pengembangan AI bisa bergerak serempak untuk kebutuhan korporasi, pemerintah, dan masyarakat.
Langkah ini menegaskan bahwa AI tidak diposisikan sebagai pelengkap, melainkan sebagai dasar transformasi digital. Di tengah kebutuhan pasar yang makin menuntut solusi aman, adaptif, dan relevan lintas sektor, Telkom memilih menyatukan kapabilitas yang selama ini tersebar di lingkungan TelkomGroup.
Satu arah untuk banyak kebutuhan
AIcosystem dirancang sebagai pengorkestrasi berbagai kemampuan AI milik TelkomGroup. Pengembangan yang sebelumnya berjalan di masing-masing Operating Company kini diarahkan agar saling terhubung dan mendukung satu sama lain.
Di dalam ekosistem ini, Telkom menghimpun sejumlah portofolio, mulai dari Telkom AI Center of Excellence, Telkomsel AI, Neutra Compute dari NeutraDC, AI Infomedia, AI Digiserve, hingga Telkom University. Telkom menempatkan susunan tersebut sebagai cara untuk menghadirkan inovasi yang lebih skalabel bagi banyak sektor.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyebut AIcosystem sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan AI sebagai fondasi transformasi digital yang memberi nilai nyata bagi Indonesia. Ia juga menekankan peran TelkomGroup sebagai kolaborator dan jembatan bagi berbagai lapisan masyarakat agar AI bisa dimanfaatkan untuk bisnis maupun keseharian.
Dibangun dari infrastruktur sampai aplikasi
Keunggulan utama AIcosystem ada pada pendekatan fullstack yang dibangun dari ujung ke ujung. Telkom tidak berhenti pada pembuatan aplikasi, tetapi juga memperkuat lapisan dasar yang mencakup infrastruktur, data, model, dan platform.
Lapisan pertama adalah AI Infrastructure, yang berisi data center, GPU, CPU, dan memory sebagai fondasi komputasi. Setelah itu ada AI Models & Platforms yang mencakup AI platform, big data platform, data aggregator, serta Large Language Model yang mencakup Bahasa Indonesia.
Lapisan berikutnya adalah AI Solutions & Applications, yakni aplikasi dan use case yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan layanan publik. Dengan model seperti ini, Telkom menyebut solusi yang dihasilkan menjadi lebih aman karena memiliki security berlapis, lebih skalabel, dan lebih relevan untuk pasar Indonesia.
AI CoE jadi penggerak kolaborasi
Salah satu motor penting di dalam AIcosystem adalah Telkom AI Center of Excellence atau AI CoE. Unit ini bekerja melalui lima pilar, yaitu AI Campus, AI Playground, AI Connect, AI Hub, dan AI Native.
AI Campus memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik untuk pengembangan talenta dan riset AI. AI Playground membuka ruang eksplorasi bagi developer dan komunitas, sementara AI Connect menjadi ruang pertemuan kampus, industri, komunitas, dan Telkom dalam ekosistem kolaboratif.
Di sisi lain, AI Hub berperan mempercepat perubahan ide dan eksperimen menjadi solusi yang siap dipakai. AI Native mendorong penerapan AI dalam cara kerja internal TelkomGroup agar prosesnya lebih cepat, cerdas, dan efisien.
Sudah dipakai di banyak sektor
Solusi AI TelkomGroup saat ini telah digunakan di sejumlah sektor strategis, seperti pendidikan, pemerintahan, transportasi, energi dan migas, keuangan, logistik, telekomunikasi, hingga manufaktur. Sejumlah institusi dan perusahaan besar juga sudah memanfaatkan solusi itu dalam operasional harian mereka.
Penerapannya mencakup pricing analytics, traffic management, HR profiling analytics, AI legal document review, dan infrastructure planning berbasis AI. Di sektor pendidikan, platform Pijar milik Telkom juga memanfaatkan AI untuk membantu guru melakukan koreksi esai lebih cepat dan konsisten.
Telkom menekankan bahwa pendekatan ini berbeda dari penggunaan AI secara individual. Fokus utamanya ada pada kebutuhan enterprise dengan data private, tata kelola dan keamanan, serta integrasi sistem bisnis agar keputusan bisa diambil berdasarkan insight dari data nyata.
Disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia
AIcosystem juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan khas Indonesia. Dukungan terhadap LLM Bahasa Indonesia, penguatan keamanan data, dan penggunaan infrastruktur yang dibangun serta dioperasikan di dalam negeri menjadi bagian penting dari arah pengembangannya.
Bagi Telkom, pengembangan AI tidak cukup hanya berhenti pada penggunaan teknologi. Perusahaan ingin memastikan AI memahami bahasa, kebutuhan, dan dinamika budaya Indonesia agar inovasi dan nilai ekonomi digital tumbuh di dalam negeri.
Dari sisi generasi muda, Raffi Ahmad menilai AI membuka ruang luas untuk belajar, berinovasi, dan berkolaborasi. Ia juga melihat kehadiran AIcosystem sebagai penanda bahwa Indonesia bukan hanya pengguna, tetapi juga pencipta AI yang bisa memberi dampak bagi masa depan bangsa.
Source: www.cnbcindonesia.com