Tiggo 7 HEV Disiapkan Untuk Pasar Ekspor, Chery Mulai Uji Jalan Di China

Author: Redaksi Android62

Chery mulai menguji Tiggo 7 HEV di China dengan arah yang cukup jelas, yakni sebagai model ekspor untuk pasar global. Petunjuk paling kuat datang dari nama “T1E HEV” yang terlihat di kap mesin pada unit pengembangan tersebut.

Emblem Chery berbahasa latin juga menguatkan dugaan bahwa SUV ramah lingkungan ini memang dipersiapkan untuk pasar internasional, bukan semata untuk konsumsi domestik. Langkah itu menempatkan Tiggo 7 HEV sebagai bagian dari strategi elektrifikasi yang makin serius.

Identitas global terlihat dari detail kecil

Secara tampilan, Tiggo 7 HEV masih membawa ciri keluarga Tiggo 7 yang sudah lebih dulu dipasarkan di sejumlah negara. Dimensinya juga dikenal sesuai untuk kebutuhan keluarga, sehingga basis produknya terasa akrab bagi pasar luar negeri.

Chery disebut menyiapkan desain interior yang berbeda dari versi yang dijual di China. Perbedaan itu mengisyaratkan adanya penyesuaian terhadap karakter konsumen di negara tujuan ekspor.

Meski begitu, spesifikasi teknis lengkap Tiggo 7 HEV belum dibuka secara resmi. Namun, kehadiran versi hybrid penuh ini memperlihatkan arah ekspansi Chery pada lini kendaraan elektrifikasi.

Hybrid tanpa colok jadi pembeda utama

Tiggo 7 HEV menggunakan sistem hybrid penuh atau HEV, bukan plug-in hybrid. Artinya, baterai diisi lewat mesin bensin dan pengereman regeneratif, sehingga tidak membutuhkan pengisian daya eksternal.

Karakter tersebut menjadi nilai jual penting di tengah infrastruktur pengisian daya yang belum merata di banyak negara. Pengguna juga tidak perlu bergantung pada fasilitas charging untuk menjalankan mobil sehari-hari.

Bila resmi meluncur, Tiggo 7 HEV diperkirakan akan masuk ke segmen yang sudah ramai dihuni model hybrid Jepang. Posisi itu membuatnya harus bersaing dengan pemain yang sudah lebih dulu kuat di kelasnya.

Elektrifikasi Chery juga bergerak di Indonesia

Di saat yang sama, Chery terus menambah portofolio elektrifikasi untuk Indonesia. Setelah menghadirkan battery electric vehicle atau BEV dan plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV, pabrikan asal China itu juga menyiapkan teknologi extended-range electric vehicle atau EREV.

Model yang paling mungkin dibawa adalah Chery J6 EREV. Sebelum meluncur resmi, mobil ini sudah tertangkap kamera saat diuji di jalan tol Cikampek menuju Trans Jawa.

Meski masih dibalut stiker kamuflase, wujudnya disebut cukup identik dengan versi BEV. Dugaan penggunaan teknologi EREV juga diperkuat oleh pelat nomor tanpa list biru, keberadaan dua port pengisian untuk baterai dan bahan bakar, serta penggunaan knalpot.

Fulwin X3L memberi gambaran kemampuannya

Untuk pasar domestik China, Chery J6 EREV dikenal sebagai Fulwin X3L. Model ini memakai mesin bensin 1.500 cc bertenaga 115 kW atau 154 Hp yang dipadukan dengan dua motor listrik.

Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga gabungan 315 kW atau 422 Hp dan torsi gabungan 505 Nm. Akselerasinya diklaim mampu menempuh 0 hingga 100 km/jam dalam 4,7 detik.

Daya jelajah juga menjadi salah satu keunggulan utama. Dengan kombinasi mesin bensin dan motor listrik, Fulwin X3L diklaim dapat berjalan hingga lebih dari 1.200 km.

Source: www.liputan6.com
Berita Terbaru