Harga minyak dunia langsung melemah setelah muncul kabar kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Pasar menilai risiko geopolitik di Timur Tengah mulai mereda, terutama karena jalur penting seperti Selat Hormuz kembali dibuka untuk pelayaran komersial.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan blokade Angkatan Laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan segera dicabut. Ia juga menegaskan bahwa minyak harus kembali mengalir tanpa hambatan melalui jalur energi internasional itu.
Kerangka Awal Damai Masih Dibahas
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah selesai. Ia menulis, “Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai,” lalu menambahkan, “Biarkan minyak mengalir!”
Ia juga menyatakan pembukaan Selat Hormuz akan dilakukan tanpa biaya tol. Menurut Trump, langkah itu akan membawa perdamaian dan keamanan ke kawasan serta membuka jalan bagi proses lanjutan yang lebih luas.
Iran Akui Ada Kesepahaman
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi bahwa kedua pihak telah mencapai kesepahaman untuk melanjutkan proses perdamaian. Namun, ia menegaskan bahwa masih ada sejumlah detail yang perlu dibahas sebelum implementasi penuh dilakukan.
Gharibabadi juga menyebut kombinasi diplomasi dan respons militer Iran ikut berperan dalam tercapainya kesepakatan awal. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa komitmen semua pihak tetap menjadi penentu utama.
Isi Pokok Kesepakatan Awal
Berdasarkan keterangan pejabat Iran dan laporan Reuters, kesepakatan awal itu memuat pembukaan kembali Selat Hormuz bagi kapal-kapal komersial internasional. Sebagai imbalan, Amerika Serikat akan menghentikan blokade maritim terhadap pelabuhan Iran.
Kerangka itu juga mencakup tidak adanya sanksi baru selama proses negosiasi berlangsung. Di saat yang sama, pembahasan program nuklir Iran, penghentian eskalasi militer, dan kemungkinan pelonggaran sanksi minyak tetap masuk dalam agenda.
Dampak Cepat ke Pasar Energi dan Saham
Harga minyak mentah Brent turun lebih dari 4 persen, sementara West Texas Intermediate juga melemah signifikan. Keduanya bergerak ke level terendah sejak Maret setelah kabar damai dan pembukaan kembali jalur pelayaran itu tersebar.
Investor menilai ancaman yang sebelumnya mendukung harga minyak mulai berkurang. Efeknya ikut mendorong sentimen positif di pasar saham global karena pelaku pasar kembali masuk ke aset berisiko.
Dukungan dari Banyak Negara
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut perjanjian tersebut sebagai langkah penting menuju penyelesaian konflik secara damai. Sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia, juga menyatakan dukungan.
Meski mendukung, negara-negara Eropa tetap menekankan perlunya komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Presiden Prancis Emmanuel Macron turut menyambut baik perkembangan itu dan mengatakan Paris akan mendukung pemerintah Lebanon serta mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz secepatnya.
Belum Menjadi Kesepakatan Final
Dokumen yang beredar masih dipandang sebagai kerangka awal, bukan akhir dari seluruh pembahasan. Penandatanganan resmi disebut akan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6/2026), menurut sejumlah pejabat yang terlibat dalam proses diplomasi.
Masih ada isu teknis yang harus dirampungkan, termasuk program nuklir, sanksi ekonomi, dan mekanisme pengawasan. Namun, terbukanya kembali jalur diplomasi memberi sinyal bahwa hubungan AS-Iran memasuki fase baru yang lebih tenang.
Dukungan serupa datang dari Australia, Selandia Baru, dan Jepang. Ketiganya berharap kesepakatan ini mampu menjaga stabilitas jangka panjang di Timur Tengah sekaligus melindungi kelancaran perdagangan global.
Source: www.beritasatu.com






