Tumpang Tindih Kandungan Suplemen Bisa Membebani Ginjal, Apoteker Ingatkan Risiko Zat Aktif Saling Ganggu

Author: Redaksi Android62

Kebiasaan menelan banyak suplemen sekaligus kembali menjadi sorotan karena tidak selalu memberi hasil yang lebih baik bagi tubuh. Di balik tampilan sederhana sebuah video yang memperlihatkan tumpukan vitamin diminum dalam satu waktu, ada risiko yang lebih rumit, mulai dari kandungan yang saling bertabrakan sampai beban tambahan untuk organ tubuh.

Masalah utamanya bukan sekadar jumlah pil yang masuk, melainkan cara tubuh memproses berbagai zat aktif di dalamnya. Saat beberapa produk dikonsumsi bersamaan, manfaat yang diharapkan justru bisa menurun karena penyerapan tidak berjalan optimal.

Zat aktif tidak selalu cocok diminum bersamaan

Apoteker Heni menilai kebiasaan mengonsumsi banyak suplemen sekaligus dapat membuat hasilnya tidak maksimal, bahkan berpotensi berbahaya pada kondisi tertentu. Ia menjelaskan bahwa setiap suplemen memiliki aturan konsumsi berbeda agar zat aktifnya bisa diserap dengan lebih baik.

Menurut Heni, sejumlah kandungan dapat saling mengganggu saat masuk ke saluran cerna dalam waktu bersamaan. Salah satu yang disorot adalah interaksi antara zat besi dan zinc dalam multivitamin dengan kalsium.

Jika ketiganya diminum bersamaan, zat-zat itu dapat bersaing dalam proses penyerapan di usus. Akibatnya, tubuh tidak memperoleh manfaat secara optimal meski jumlah suplemen yang diminum terlihat banyak.

Kandungan yang sama bisa menumpuk tanpa disadari

Selain soal penyerapan, ada pula risiko tumpang tindih kandungan dari beberapa produk yang berbeda. Dalam pengamatan Heni terhadap tumpukan suplemen yang diminum Rei, total vitamin B6 yang masuk disebut mencapai 80 mg dalam sekali minum.

Temuan itu menunjukkan bahwa satu zat aktif bisa muncul di beberapa produk sekaligus tanpa disadari. Ketika beberapa suplemen diminum dalam satu waktu, akumulasi kandungan tertentu dapat meningkat dan berpotensi melebihi kebutuhan tubuh.

Kondisi seperti ini membuat tubuh menerima lebih banyak zat aktif daripada yang diperlukan. Pada saat yang sama, manfaatnya belum tentu bertambah karena proses penyerapan bisa terganggu sejak awal.

Suplemen bukan pengganti pola makan sehat

Peringatan soal konsumsi suplemen berlebihan juga pernah disampaikan Robert J. Fontana, MD, profesor kedokteran dari University of Michigan. Ia mengingatkan bahwa banyak orang keliru menganggap suplemen sama amannya dengan buah-buahan.

Padahal, suplemen tetap berisi zat aktif yang masuk ke tubuh dan diproses oleh organ. Karena itu, dosis, cara minum, dan kombinasi produk tetap perlu diperhatikan.

Olivia Thomas, MS, RD, LDN dari Boston Medical Center juga menekankan bahwa suplemen hanyalah tambahan. Ia mengingatkan bahwa suplemen bukan jalan pintas untuk menjadi sehat dan tidak bisa menggantikan pola makan seimbang.

Pesan itu menjadi penting di tengah kebiasaan sebagian orang yang menganggap produk vitamin selalu aman hanya karena dijual bebas. Dalam praktiknya, penggunaan yang berlebihan atau tidak tepat justru dapat memunculkan risiko yang tidak perlu.

Ginjal dan hati perlu mendapat perhatian ekstra

Risiko yang lebih serius bisa muncul pada orang dengan kondisi medis tertentu. Cindy Reuter dari Dartmouth Health mengingatkan bahwa penderita gangguan hati, ginjal, jantung, hingga pasien kanker perlu lebih berhati-hati saat mengonsumsi suplemen.

Hati dan ginjal bertugas menyaring zat-zat yang masuk ke tubuh. Jika organ-organ itu dibebani dosis tinggi sekaligus, risiko kelelahan atau kerusakan dapat meningkat.

Peringatan serupa juga berlaku bagi ibu hamil dan menyusui. Kelompok ini dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi produk apa pun, termasuk suplemen yang umum dijual di pasaran.

Ramainya video yang memperlihatkan konsumsi banyak vitamin sekaligus pada akhirnya membuka pembahasan yang lebih luas soal cara minum suplemen yang tepat. Bagi tenaga kesehatan, persoalan terbesarnya ada pada kombinasi kandungan di dalamnya dan bagaimana tubuh memproses semua zat itu dalam satu waktu.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru