Uang Kalung Korban Rp50 Juta Diduga Berubah Jadi Emas dan iPhone

Penyidik menduga uang sekitar Rp50 juta dari penjualan kalung emas korban pembunuhan di Klungkung digunakan untuk membeli perhiasan baru dan sebuah iPhone. Barang-barang itu disebut dibelikan untuk pacar terduga pelaku berinisial ANPP.

Dugaan tersebut menjadi bagian penting dalam penyidikan Kasus Pembunuhan Klungkung yang menewaskan INC, 50. Polisi masih menelusuri rangkaian peristiwa sebelum dan sesudah korban ditemukan meninggal.

Alur dugaan penjualan perhiasan

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo mengatakan kalung milik korban diduga dijual ke sebuah toko emas di Denpasar. Nilai penjualan kalung tersebut berada di kisaran Rp50 juta.

Menurut keterangan polisi, dana hasil penjualan itu kemudian diduga dibelanjakan untuk kalung emas, cincin emas, dan iPhone. Seluruh temuan tersebut masih didalami sebagai bagian dari dugaan pengambilan barang berharga milik korban.

Barang atau buktiTemuan polisiKeterangan
Kalung emas korbanDijual sekitar Rp50 jutaDijual ke toko emas di Denpasar
SangkurPanjang sekitar 30 sentimeterBermata tajam di kedua sisi

ANPP telah diamankan Satreskrim Polres Klungkung di kawasan Denpasar Barat. Terduga pelaku dan korban diketahui berasal dari desa yang sama serta telah saling mengenal sebelumnya.

Polisi menduga penjualan Kalung Emas Korban terjadi setelah peristiwa pembunuhan. Namun, penyidik belum menyimpulkan seluruh tindakan yang berkaitan dengan barang berharga milik INC.

Motif masih didalami

Motif sementara perkara ini disebut berkaitan dengan rasa sakit hati. ANPP diduga merasa dilecehkan oleh perkataan korban di media sosial.

AKP Reno menyampaikan bahwa pengakuan tersangka mengarah pada rasa sakit hati atas perkataan tersebut. Keterangan itu masih menjadi bagian dari proses penyidikan yang terus berjalan.

Sangkur ditemukan di dasar sungai

Selain menelusuri dugaan penjualan perhiasan, petugas menemukan sangkur yang diduga digunakan dalam peristiwa itu. Senjata tajam sepanjang sekitar 30 sentimeter tersebut memiliki mata tajam pada kedua sisinya.

Sangkur itu ditemukan tertancap di dasar aliran sungai di sekitar lokasi kejadian. Polisi menduga benda tersebut terlepas dari tangan pelaku ketika terjadi penusukan.

Pencarian barang bukti dilakukan dengan penyisiran menggunakan snorkeling dan metal detektor. Sangkur akhirnya ditemukan di aliran sungai setelah upaya pencarian tersebut.

Korban sebelumnya ditemukan meninggal di kawasan aliran Sungai Bubuh, Desa Adat Lepang, Kecamatan Banjarangkan. Jenazah berada di Sungai Jinah, kawasan Pesona Lepang, di bawah motor korban yang diparkir.

Polres Klungkung masih melanjutkan penyidikan untuk mengungkap fakta secara utuh dan melengkapi berkas perkara. Pendalaman mencakup dugaan pengambilan barang korban, motif, serta rangkaian kejadian di lokasi.

Berita Terkait