Universitas Kristen Maranatha atau UK Maranatha mencatat capaian penting dengan menembus lima besar kampus terbaik di Bandung versi THE Sustainability Impact Ratings 2026. Posisi itu menempatkan kampus swasta berakreditasi Unggul tersebut sejajar dengan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta besar di Jawa Barat.
Dalam pemeringkatan yang menyoroti dampak keberlanjutan, UK Maranatha juga berada di posisi ke-43 secara nasional dan ke-7 di Jawa Barat. Hasil ini memberi gambaran bahwa reputasi perguruan tinggi kini semakin ditentukan oleh kontribusinya terhadap masyarakat, lingkungan, dan tata kelola.
Bandung diwakili lima kampus dalam daftar dunia
Times Higher Education menilai ribuan perguruan tinggi dunia melalui Sustainability Impact Ratings 2026. Dari Bandung, lima kampus masuk daftar tersebut, yaitu Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Telkom University, Universitas Pendidikan Indonesia, dan UK Maranatha.
Komposisi itu memperlihatkan keterlibatan tiga perguruan tinggi negeri dan dua perguruan tinggi swasta dalam agenda keberlanjutan. Artinya, isu dampak sosial dan lingkungan kini menjadi perhatian lintas status institusi pendidikan tinggi.
| Kampus | Status | Posisi di Jawa Barat | Catatan |
|---|---|---|---|
| Universitas Padjadjaran | PTN | Tidak disebutkan | Masuk daftar Bandung |
| Institut Teknologi Bandung | PTN | Tidak disebutkan | Masuk daftar Bandung |
| Telkom University | PTS | Tidak disebutkan | Masuk daftar Bandung |
| Universitas Pendidikan Indonesia | PTN | Tidak disebutkan | Masuk daftar Bandung |
| UK Maranatha | PTS | 7 | 5 besar Bandung, 43 nasional |
Kekuatan terbesar ada pada kemitraan dan kesetaraan
THE Sustainability Impact Ratings menilai kontribusi perguruan tinggi terhadap 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs. Penilaian ini berbeda dari pemeringkatan akademik biasa karena menekankan dampak positif kampus bagi masyarakat, lingkungan, dan tata kelola institusi.
Berdasarkan laman news.maranatha.edu yang dikutip www.kompas.com, UK Maranatha meraih skor tertinggi pada SDG 17, SDG 5, SDG 4, dan SDG 3. Keempatnya berkaitan dengan kemitraan, kesetaraan gender, pendidikan berkualitas, serta kesehatan dan kesejahteraan.
Skor tinggi pada SDG 17 menunjukkan jaringan kerja sama kampus yang kuat dengan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan berbagai institusi lain. Dalam beberapa tahun terakhir, UK Maranatha juga memperluas kolaborasi internasional ke Jepang, Korea Selatan, Thailand, Tiongkok, Australia, Amerika Serikat, hingga Belanda.
Lingkungan belajar inklusif dan dukungan layanan kesehatan
Pada SDG 5, UK Maranatha dinilai berhasil membangun lingkungan belajar yang inklusif dan menjunjung kesetaraan. Penilaian itu mencakup kesempatan yang setara bagi seluruh civitas academica, kebijakan yang mendukung lingkungan belajar yang inklusif, serta perlindungan terhadap warga kampus.
Di bidang pendidikan, kampus ini juga berkontribusi pada perluasan akses belajar, peningkatan kompetensi, dan kegiatan tridarma yang bermanfaat bagi masyarakat. Dukungan tersebut diperkuat oleh keberadaan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Maranatha serta Rumah Sakit Maranatha.
Kedua fasilitas itu tidak hanya menjadi sarana praktik bagi mahasiswa kedokteran, tetapi juga melayani dosen, mahasiswa, dan masyarakat. Karena itu, capaian UK Maranatha di THE Sustainability Impact Ratings 2026 memperlihatkan bahwa perguruan tinggi dapat bergerak serentak di jalur akademik, layanan publik, dan keberlanjutan.
Dengan hasil ini, UK Maranatha menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang mampu bersaing di level nasional sekaligus memberi dampak yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya.







