Usai Dua Musim Di Persik, Leo Navacchio Berpamitan Dari Kediri Dengan Pesan Penuh Haru

Author: Redaksi Android62

Leo Navacchio menutup kebersamaannya dengan Persik Kediri setelah dua musim menjadi andalan di bawah mistar. Kiper asal Brasil itu pulang ke negaranya dengan meninggalkan pesan perpisahan yang hangat untuk klub, kota, dan para pendukung Macan Putih.

Kepergian Leo menjadi momen penting bagi Persik karena ia tercatat tampil dalam 56 pertandingan selama memperkuat tim. Dalam rentang itu, ia mengemas 13 clean sheet dan kebobolan 84 gol, catatan yang menunjukkan betapa beratnya peran yang ia emban sebagai kiper utama.

Ucapan perpisahan dari Kediri

Dalam pesan pamitnya, Leo menegaskan bahwa 56 laga bersama seragam ungu bukan pengalaman yang ringan. Ia menyebut kebersamaan dengan Persik dan Kota Kediri sebagai bagian besar dari perjalanan kariernya di Indonesia.

Leo juga mengingat bahwa selama membela Persik, dirinya pernah berada di posisi penting, pernah gagal, mendapat kasih sayang, sekaligus menerima tuntutan. Ia menyebut semua itu sebagai bagian dari proses yang membentuk dirinya selama berada di klub.

Tetap hadir di masa sulit

Selama masa-masa tersulit klub, Leo mengatakan dirinya selalu berusaha hadir untuk membantu dengan cara apa pun. Sikap itu membuat namanya cukup lekat di skuad Persik sepanjang dua musim terakhir.

Keputusan berpisah ini sendiri telah disampaikan Leo dua hari setelah laga pamungkas Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya dan Persik di Stadion Gelora Bung Tomo. Pada pertandingan tersebut, Persik harus mengakui keunggulan Bajul Ijo dengan skor 0-5.

Kediri yang tak akan dilupakan

Bagi Leo, Kediri tetap punya tempat khusus dalam ingatannya. Ia menyampaikan terima kasih kepada manajemen, tim pelatih, rekan setim, dan suporter yang membuat dirinya serta keluarga merasa diterima selama tinggal di kota itu.

Leo juga menyinggung kenangan indah yang tidak akan hilang begitu saja, termasuk kemenangan di Brawijaya dan kasih sayang yang diterima dirinya bersama keluarga. Ia menyebut orang-orang baik yang ditemuinya di klub dan di kota tersebut akan selalu ia simpan dalam ingatan.

Jejak di bawah mistar

Dengan postur 1,92 meter, Leo dikenal sebagai penjaga gawang yang harus menghadapi tekanan besar di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Selama berkarier di Tanah Air, ia merasakan langsung tuntutan, apresiasi, dan dinamika emosi yang datang dari setiap hasil pertandingan.

Menutup pesan perpisahannya, Leo menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh elemen yang pernah mendukungnya di Persik. Ia menyebut sudah waktunya mengucapkan perpisahan kepada klub yang akan selalu terkenang dalam ingatannya.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru