Venezuela Tegaskan Tak Akan Buat Kuburan Massal, Fokus Pindah ke Evakuasi Jenazah

Pemerintah Venezuela menegaskan tidak ada rencana membuat kuburan massal setelah dua gempa bumi beruntun menewaskan sedikitnya 2.595 orang di wilayah utara negara itu. Otoritas kini mengalihkan fokus penanganan dari pencarian penyintas ke evakuasi jenazah.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,1 dan 7,5 itu menghantam kawasan pesisir, terutama La Guaira, dan menyebabkan kerusakan besar. Selain korban tewas, sekitar 12.400 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara 189 bangunan runtuh sepenuhnya.

Angka korban disebut sudah diverifikasi

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengatakan jumlah korban jiwa yang diumumkan sudah melalui verifikasi menyeluruh. Menurutnya, pemerintah mencocokkan data dari berbagai sumber sebelum merilis angka resmi terbaru kepada publik.

Rodríguez menyebut angka 2.595 korban tewas sebagai data yang akurat. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak sedang menyiapkan langkah untuk penguburan massal di tengah besarnya skala bencana.

Respons darurat bergeser ke penanganan jenazah

Dalam penanganan darurat, pemerintah menyatakan operasi saat ini lebih diarahkan untuk menemukan dan mengevakuasi jenazah korban. Pergeseran itu dilakukan setelah fase awal difokuskan pada penyelamatan warga yang masih hidup di area terdampak.

Rodríguez mengatakan aparat bergerak segera setelah gempa mengguncang. Ia menolak anggapan bahwa pemerintah terlambat merespons, seraya menyebut tim langsung dikerahkan tanpa menunggu berhari-hari.

“Kami tidak menunggu satu hari, dua hari, atau tiga hari. Kami langsung bertindak,” ujarnya, seperti dikutip TRT World.

Kritik publik dan penolakan atas politisasi bencana

Rodríguez mengakui bahwa para penyintas, anggota keluarga, dan warga sekitar menjadi pihak pertama yang menjangkau banyak bangunan roboh sebelum tim penyelamat tiba. Namun, ia menilai hal itu tidak bisa dijadikan dasar untuk menuding pemerintah diam atau lambat bereaksi.

Ia juga mengecam pihak-pihak yang menurutnya memanfaatkan bencana kemanusiaan untuk kepentingan politik. Dalam pernyataannya, Rodríguez menekankan bahwa tragedi sebesar ini seharusnya tidak dijadikan alat untuk memperkeruh situasi di tengah upaya pencarian korban dan penanganan dampak gempa.

Dengan jumlah korban yang terus dikonsolidasikan dan ribuan warga terluka, pemerintah Venezuela masih berada dalam fase penanganan darurat. Fokus utama kini tertuju pada pendataan akhir korban, evakuasi jenazah, dan pemulihan di wilayah yang terdampak paling parah.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait