Kunci utama agar ayam tetap selamat saat musim hujan bukan hanya menutup kandang dari tampias, tetapi memastikan lingkungan di dalamnya tidak lembap. Begitu alas kandang basah dan udara menjadi pengap, risiko penyakit, stres, dan kematian ayam ikut naik.
Kondisi seperti ini sering muncul ketika hujan turun terus-menerus dan air tidak cepat mengalir keluar. Lokasi kandang yang rendah, drainase yang buruk, atap bocor, serta litter yang dibiarkan basah akan mempercepat masalah dan membuat kandang berubah jadi ruang ideal bagi bakteri dan virus.
Salah satu langkah paling menentukan adalah memilih lokasi kandang yang lebih tinggi dari tanah di sekitarnya. Pondasi atau lantai kandang juga sebaiknya dibuat sekitar 20–30 cm di atas permukaan tanah agar rembesan air tidak mudah naik dan alas tetap kering lebih lama.
Di sekitar kandang, saluran pembuangan air perlu dibuat jelas agar air hujan tidak menggenang. Parit kecil dengan kemiringan yang cukup membantu mengarahkan air ke jalur utama, sehingga area ternak tidak berubah menjadi becek saat hujan deras turun berulang.
Atap dan ventilasi tidak boleh diabaikan
Atap menjadi pelindung pertama ketika curah hujan tinggi. Bahan seperti genteng, rumbia, atau seng tetap bisa dipakai selama pemasangannya rapat dan tidak menyisakan titik bocor.
Teritisan atap juga perlu cukup lebar agar tampias tidak mudah masuk saat hujan disertai angin. Bocor kecil sekalipun dapat membuat sekam terus basah, lalu memunculkan kelembapan tinggi dan gas amonia yang berbahaya bagi ayam.
Meski kandang harus terlindung dari hujan, sirkulasi udara tetap wajib dijaga. Tirai dari karung goni atau terpal boleh diturunkan saat hujan deras, tetapi celah udara harus tetap tersedia, termasuk ruang sekitar 20 cm di bagian atas dinding.
Litter basah harus segera ditangani
Alas kandang berperan besar menjaga lantai tetap nyaman bagi ayam. Campuran sekam padi, serbuk gergaji, atau daun kering dengan ketebalan 10–15 cm bisa membantu menyerap kotoran sekaligus menjaga kaki ayam tetap hangat.
Saat musim hujan, sekam baru sebaiknya ditaburkan setiap hari. Bagian yang mulai basah atau menggumpal harus segera diangkat agar kelembapan tidak menyebar ke seluruh kandang.
Litter yang sudah terlanjur basah bisa dikeringkan di tempat terlindung namun tetap mendapat aliran angin. Setelah itu, bahan tersebut dapat disemprot desinfektan sebelum digunakan kembali agar kebersihannya lebih terjaga.
Kondisi alas yang terus becek bukan hanya membuat kandang kotor. Jika dibiarkan, ayam bisa mengalami luka pada kaki atau bumblefoot.
Kapur dolomit membantu menahan bau dan lembap
Untuk menstabilkan lingkungan kandang, kapur dolomit sering digunakan peternak pada musim hujan. Taburan bahan ini di atas alas kandang dapat membantu menetralkan pH, menyerap kelembapan berlebih, dan mengurangi bau amonia.
Manfaat lain dari kapur dolomit adalah membantu menekan pertumbuhan jamur dan паразit pada litter. Biayanya relatif murah, tetapi dampaknya cukup besar untuk menjaga kondisi mikro di dalam kandang tetap lebih aman.
Pakan, air minum, dan kebersihan harian juga ikut menentukan
Musim hujan sering membuat kualitas pakan dan air minum menurun. Air tanah bisa menjadi keruh, sehingga perlu penyaringan sebelum diberikan ke ayam, dan tawas sekitar 2,5 gram per 20 liter air dapat digunakan untuk menjernihkannya.
Antiseptik atau kaporit juga bisa dipakai dengan pola 3-2-3, yakni tiga hari diberi, dua hari air biasa, lalu tiga hari diberi lagi. Pada pakan, kadar air perlu dijaga agar tidak lebih dari 14 persen karena pakan yang terlalu lembap mudah berjamur dan berisiko mengganggu kesehatan ayam.
Penyimpanan pakan sebaiknya memakai sistem FIFO atau first in first out. Karung pakan juga idealnya diletakkan di atas palet kayu agar tidak bersentuhan langsung dengan lantai yang dingin dan lembap.
Pemantauan rutin menekan risiko kerugian
Peternak perlu lebih sering memeriksa kandang selama musim basah. Titik basah, tirai, kebersihan lantai, dan bagian yang mulai rusak harus segera ditangani sebelum masalah menyebar lebih jauh.
Area makan dan minum sebaiknya dipisahkan dari area istirahat. Pemisahan ini membantu menjaga litter tempat tidur ayam tetap kering dan tidak cepat rusak, sementara pengerukan kotoran secara berkala di titik paling kotor, misalnya setiap tiga hari, ikut membantu menahan kelembapan.
Untuk DOC atau anak ayam, suhu hangat harus dijaga lebih ketat. Pemanas kombinasi LPG dan arang kayu dapat digunakan agar panas merata di seluruh ruangan.
Saat risiko penyakit meningkat, daya tahan tubuh ayam juga perlu diperkuat. Imunostimulan, vitamin, dan vaksinasi yang dijalankan disiplin menjadi bagian penting agar ternak tetap sehat dan produktif sepanjang musim hujan.
