Versi Lokal Vario Street 125 Lebih Hemat, Unit Vietnam Ternyata Dibanderol Lebih Tinggi

Author: Redaksi Android62

Harga menjadi pembeda paling mencolok saat Honda Vario Street 125 dibandingkan di Vietnam dan Indonesia. Di Vietnam, skutik ini dipasarkan sekitar 46 juta VND atau setara sekitar Rp28,5 juta, sedangkan di Indonesia harganya berada di kisaran Rp26,5 juta OTR Jakarta.

Selisih itu terasa janggal karena isi keduanya praktis sama persis. Konsumen Vietnam justru membayar lebih mahal untuk unit dengan spesifikasi yang tidak menawarkan tambahan berarti dibanding versi lokal.

Isi motor tidak berubah

Secara tampilan, kedua model membawa karakter yang sama. Setang terbuka tanpa pelindung, panel instrumen digital terpisah, dan bodi bergaris tajam menjadi ciri yang langsung terlihat.

Bagian mesinnya juga identik. Vario Street 125 memakai mesin 124,8 cc SOHC 4-tak dengan teknologi enhanced Smart Power atau eSP dan pendinginan cair.

Tenaga disalurkan lewat transmisi otomatis V-Matic, sementara torsi maksimumnya 10,8 Nm. Honda juga mengklaim konsumsi bahan bakar motor ini mencapai 51,7 kilometer per liter.

Fitur yang dibawa tetap setara

Di kelas skutik harian, kelengkapan Vario Street 125 juga tidak dibedakan antara pasar Indonesia dan Vietnam. Bagasi bawah joknya berkapasitas 18 liter, sedangkan kompartemen depan sudah dilengkapi power outlet USB Type-C dengan daya maksimal 5V 3A.

Pencahayaan pun seragam karena lampu depan, sein, dan lampu belakang sudah memakai Full LED. Untuk keamanan, motor ini mengandalkan Smart Key System atau keyless yang dipadukan dengan Alarm Anti Maling dan Answer Back System.

Sistem pengeremannya menggunakan Combi Brake System atau CBS. Honda juga memasang cakram bergelombang atau wavy disc untuk membantu distribusi pengereman yang lebih seimbang.

Perbedaan ada di jalur penjualan

Di Indonesia, All New Honda Vario 125 varian Street hadir sebagai produk resmi PT Astra Honda Motor. Motor ini dijual melalui jaringan diler resmi sehingga akses pembelian dan layanan purnajualnya lebih jelas.

Kondisinya berbeda di Vietnam karena unit yang beredar masuk sebagai Completely Built Up dari Indonesia. Penjualannya dilakukan oleh importir umum, bukan lewat jalur resmi pabrikan di pasar setempat.

Jalur distribusi ini membuat nilai kepemilikan terasa tidak sama. Garansi pabrikan dan kepastian layanan setelah pembelian menjadi keunggulan yang melekat pada versi lokal Indonesia.

Harga lebih tinggi dibayar untuk status CBU

Harga yang lebih mahal di Vietnam tidak datang dari mesin yang lebih besar atau fitur yang lebih lengkap. Kenaikan itu berkaitan dengan pajak impor dan margin distributor swasta.

Artinya, konsumen di Vietnam membayar lebih untuk status CBU dan kelangkaan di pasar. Bukan untuk peningkatan spesifikasi yang benar-benar berbeda dari unit lokal.

Rangka, kaki-kaki, dan warna juga serupa

Di bagian sasis, motor ini memakai rangka pipa underbone dengan bobot kosong 112 kilogram. Suspensi depannya teleskopik, sedangkan bagian belakang memakai suspensi tunggal pada lengan ayun.

Ukuran ban depan tercatat 90/80 dengan pelek 14 inci. Ban belakang memakai ukuran 100/80 dengan diameter pelek yang sama.

Kombinasi itu disebut mendukung karakter bodi yang solid dan membantu kestabilan saat berbelok. Pilihan warna pabrikan juga tidak disebut berbeda antara pasar Indonesia dan Vietnam.

Dengan isi yang sama, pembeli akhirnya hanya berhadapan pada tiga pertimbangan utama: harga, jalur distribusi, dan kepastian layanan. Dalam perbandingan itu, versi lokal Indonesia terlihat lebih rasional karena harganya lebih rendah dan didukung jaringan diler resmi Astra Honda Motor.

Berita Terbaru