Vivo membawa pendekatan yang cukup praktis lewat headphone over-ear barunya. Produk ini bisa tersambung ke tiga perangkat sekaligus, sehingga pengguna tidak perlu terus melakukan pairing ulang saat berpindah dari smartphone ke laptop atau tablet.
Fitur tersebut langsung menonjol karena kebiasaan memakai banyak perangkat kini semakin umum. Dengan koneksi ke tiga gadget sekaligus, aktivitas seperti mendengarkan musik, mengikuti rapat daring, lalu lanjut memakai tablet bisa berjalan lebih mulus.
Diposisikan untuk rutinitas lintas perangkat
Kemampuan koneksi itu menjadi nilai jual utama di tengah pasar headphone nirkabel yang makin padat. Vivo menempatkan perangkat ini sebagai pilihan yang relevan untuk kebutuhan kerja maupun hiburan, terutama bagi pengguna yang sering berpindah perangkat dalam satu hari.
Headphone ini diperkenalkan di China bersamaan dengan peluncuran seri Vivo S60 pada Kamis (29/5/2026). Penjualannya dijadwalkan mulai 10 Juni 2026 dengan harga 499 yuan, atau sekitar Rp1,1 juta hingga Rp1,2 juta.
ANC, LDAC, dan audio spasial ikut dibawa
Selain konektivitas, Vivo membekali headphone ini dengan Active Noise Cancellation hingga 58 dB. Fitur ini ditujukan untuk meredam gangguan suara di sekitar agar musik dan panggilan tetap nyaman didengar.
Untuk urusan audio, perangkat ini memakai driver dinamis 40 mm. Vivo juga menambahkan dukungan codec SBC, AAC, dan LDAC, serta sertifikasi Hi-Res Audio dan Hi-Res Wireless Audio.
Headphone ini turut membawa audio spasial. Fitur tersebut memberi pengalaman dengar yang terasa lebih luas saat digunakan untuk menonton film, bermain gim, atau menikmati musik.
Baterai panjang dan bodi ringan
Di sisi daya, Vivo mengklaim perangkat ini mampu bertahan hingga 75 jam dalam sekali pengisian saat ANC dimatikan. Saat ANC aktif, daya tahan yang disebutkan berada di sekitar 35 jam.
Kapasitas itu dipadukan dengan bobot sekitar 238 gram. Kombinasi ini membuat headphone tersebut diarahkan agar tetap nyaman dipakai dalam durasi panjang meski membawa fitur peredam bising aktif.
Ada detail desain yang jarang disorot
Vivo juga menyematkan desain hair-friendly pada headphone ini. Engsel dan mekanisme penyesuaian ukuran dibuat untuk membantu mengurangi risiko rambut atau jambang tersangkut saat perangkat dipakai atau dilepas.
Detail ini memberi pembeda di luar spesifikasi audio utamanya. Di kelas headphone over-ear, pendekatan seperti ini memang jarang mendapat sorotan, sehingga Vivo mencoba menonjol lewat sisi kenyamanan penggunaan.
Dengan banderol 499 yuan, headset ini membawa paket fitur yang cukup padat, mulai dari koneksi ke tiga perangkat sekaligus, ANC hingga 58 dB, LDAC, audio spasial, baterai hingga 75 jam, bobot 238 gram, dan desain hair-friendly. Hingga kini, Vivo belum mengumumkan ketersediaan produk ini untuk pasar Indonesia, sementara penjualannya masih dipusatkan di China tanpa informasi peluncuran global.
Source: yoursay.suara.com






