Sam Bankman-Fried kini menempuh langkah baru dalam upayanya keluar dari bayang-bayang kasus FTX dengan meminta pengampunan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Permintaan itu tercatat di tengah status hukumnya yang masih belum tuntas, sementara ia tetap menjalani hukuman 25 tahun penjara atas perkara federal terkait runtuhnya FTX.
Catatan daring Departemen Kehakiman AS menunjukkan permohonan yang diajukan Bankman-Fried bukan grasi biasa. Ia meminta “pardon after completion of sentence”, yang berarti pengampunan hukum setelah seluruh masa pidananya selesai dijalani.
Pilihan itu membuat permohonannya berbeda dari pengajuan pengampunan yang biasanya bertujuan meringankan atau menghentikan hukuman yang sedang berlangsung. Jika dikabulkan, status hukumnya atas kejahatan penipuan yang menjeratnya akan diampuni setelah ia menuntaskan masa penjara.
Langkah ini menambah babak baru dalam salah satu skandal kripto terbesar yang pernah mengguncang industri. Bankman-Fried sebelumnya sudah divonis bersalah, tetapi ia tetap mempertahankan klaim bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan.
Ia juga masih menempuh jalur banding meski pengadilan telah menjatuhkan vonis. Situasi itu membuat posisinya tetap terbuka di dua jalur sekaligus, yakni perlawanan hukum dan permohonan pengampunan.
Permintaan kepada Trump muncul saat Bankman-Fried baru menjalani sekitar dua tahun masa tahanan. Kondisi tersebut membuat kasusnya kembali ramai diperbincangkan, apalagi permohonan itu diajukan ketika proses banding masih berjalan.
Kasus FTX yang meruntuhkan reputasi
Sebelum ambruk, FTX dikenal sebagai salah satu platform kripto paling populer di dunia. Jutaan orang memakai layanan itu, dan nama Bankman-Fried sempat dipandang sebagai salah satu figur paling menonjol di industri aset digital.
Namun, semuanya berubah pada 2022 ketika FTX runtuh. Dana simpanan nasabah diduga disalahgunakan untuk investasi pribadi dan untuk menutup utang perusahaan lain milik Bankman-Fried, Alameda Research.
Kejatuhan FTX langsung mengubah citra Bankman-Fried secara drastis. Dari tokoh besar di dunia kripto, ia beralih menjadi terpidana dalam perkara penipuan besar-besaran yang mendapat sorotan global.
Vonis 25 tahun yang dijatuhkan kepadanya kemudian menjadi salah satu hukuman paling diperhatikan dalam skandal tersebut. Permohonan pengampunan yang dia ajukan sekarang menambah dimensi baru pada perkara yang masih membayangi nama FTX sampai hari ini.
Belum ada komentar resmi
Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan komentar atas permohonan itu. Pengacara Bankman-Fried juga belum menanggapi permintaan konfirmasi dari media.
Di tingkat administrasi, permintaan tersebut tercatat di antara lebih dari 20.000 permohonan pengampunan atau komutasi hukuman yang sedang ditinjau Kantor Pengacara Pengampunan di Departemen Kehakiman AS. Artinya, kasus Bankman-Fried kini ikut masuk dalam antrean panjang permintaan serupa di level federal.
Donald Trump sendiri diketahui telah mengeluarkan sejumlah pengampunan selama masa jabatan keduanya. Daftar penerimanya mencakup peserta aksi unjuk rasa Gedung Capitol pada 6 Januari 2021, mantan stafnya yang terjerat kasus hukum, pendiri situs dark web perdagangan narkoba, hingga pemimpin platform kripto Binance.
Meski begitu, peluang Bankman-Fried dinilai kecil. Saat ditanya pada awal tahun ini soal kemungkinan memberi pengampunan kepada Sam Bankman-Fried, Trump sempat memberi sinyal bahwa dirinya tidak akan melakukannya.
Dengan permohonan yang kini resmi tercatat, kasus FTX kembali berada di pusat perhatian publik. Bankman-Fried masih berusaha mengubah nasib hukumnya sambil menunggu hasil banding atas vonis yang menjatuhkannya.
Source: mediaindonesia.com