Bangun Tidur Bukan Kebetulan, Inilah Alasan Pagi Hari Sering Jadi Waktu BAB Paling Masuk Akal

Author: Redaksi Android62

Pagi hari kerap menjadi waktu yang paling masuk akal untuk buang air besar karena usus besar umumnya lebih aktif setelah tubuh bangun dari tidur. Pada fase ini, ritme alami tubuh sudah mulai bergerak selaras dengan aktivitas pencernaan.

Namun, para dokter menegaskan bahwa tidak ada satu jam yang benar-benar ideal untuk semua orang. Yang jauh lebih penting adalah pola BAB yang teratur dan konsisten sesuai kebiasaan tubuh masing-masing.

Usus memang cenderung aktif setelah bangun tidur

Dokter spesialis gastroenterologi Kenneth Brown, MD, menjelaskan bahwa usus besar biasanya paling aktif pada pagi hari. Kondisi ini membuat banyak orang merasakan dorongan ke toilet tak lama setelah membuka mata.

Spesialis gastroenterologi Will Bulsiewicz, MD, juga menekankan bahwa tubuh bekerja mengikuti ritme sirkadian yang dipengaruhi siklus terang dan gelap. Saat ritme itu berjalan baik, pergerakan usus cenderung lebih lancar dan lebih teratur.

Faktor Penjelasan
Ritme sirkadian Jam biologis tubuh mengatur aktivitas saluran cerna dan membuat usus lebih aktif di pagi hari.
Kortisol meningkat Kadar hormon kortisol naik secara alami dan dapat membantu merangsang pergerakan usus.
Usus menampung tinja saat tidur Selama tidur, pencernaan melambat sehingga usus besar punya waktu mengumpulkan sisa makanan.
Sarapan memicu refleks gastrokolik Makan atau minum membuat lambung meregang dan merangsang usus besar untuk berkontraksi.

Saat tubuh baru bangun, kadar kortisol juga meningkat secara alami. Perubahan hormon ini dapat ikut membantu merangsang pergerakan usus dan memunculkan dorongan BAB.

Sarapan dan kopi bisa memperkuat dorongan

Setelah tidur, pencernaan memang melambat sehingga usus besar memiliki waktu untuk menampung sisa makanan. Begitu sarapan masuk, tubuh biasanya bereaksi lebih cepat karena ada rangsangan tambahan pada saluran cerna.

Refleks gastrokolik menjadi salah satu penjelasan utama mengapa sebagian orang ingin BAB setelah makan. Minum kopi juga bisa memunculkan respons serupa karena lambung meregang dan mendorong usus besar untuk berkontraksi.

Yang perlu dijaga justru keteraturannya

Will Bulsiewicz menegaskan bahwa waktu spesifik bukanlah hal utama dalam urusan BAB. Menurut dia, yang paling penting adalah kebiasaan buang air besar yang teratur dan tidak berubah drastis dari pola biasanya.

Frekuensi BAB normal pun berbeda pada setiap orang. Dalam penjelasan dokter, kisarannya dapat berlangsung dari tiga kali sehari hingga tiga kali dalam seminggu.

Langkah sederhana agar BAB tetap teratur

Agar pencernaan tetap sehat, beberapa kebiasaan harian bisa membantu menjaga ritme buang air besar. Kebiasaan ini juga mendukung kerja usus agar tidak mudah terganggu.

  • Konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
  • Minum air yang cukup setiap hari agar tinja tetap lunak dan mudah dikeluarkan.
  • Rutin berolahraga karena aktivitas fisik membantu merangsang pergerakan usus.
  • Biasakan sarapan dan jaga rutinitas pagi yang konsisten.
  • Jangan menunda keinginan buang air besar saat dorongan muncul.
  • Kelola stres karena kondisi psikologis dapat memengaruhi saluran pencernaan melalui gut-brain axis.

Kapan perlu mulai waspada

Perubahan pola BAB yang sesekali biasanya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun, jika frekuensi BAB berubah lebih dari dua minggu, sembelit atau diare tidak membaik, muncul nyeri saat BAB, atau ada darah pada tinja, pemeriksaan dokter perlu dilakukan.

Pemeriksaan sejak dini penting untuk memastikan tidak ada gangguan pada saluran pencernaan yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Dalam kesehatan pencernaan, pola yang stabil sering kali lebih penting daripada mengejar jam tertentu untuk ke toilet.

Berita Terbaru