Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung meminta agar gangguan listrik di Jakarta tidak berhenti pada penjelasan awal. Ia mendorong adanya investigasi menyeluruh bersama PT PLN (Persero) untuk memastikan sumber masalah teknis yang membuat Ibu Kota kembali gelap.
Permintaan itu muncul setelah Jakarta mengalami pemadaman listrik massal lagi. Yuliot menegaskan bahwa gangguan tersebut juga ikut mengenai dirinya, sehingga persoalan ini dianggap bukan sekadar keluhan warga, melainkan menyangkut keandalan layanan publik di wilayah yang menjadi pusat aktivitas nasional.
Dorongan agar penyelidikan tidak setengah jalan
Saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Yuliot menyampaikan bahwa Ditjen Ketenagalistrikan sudah diminta bergerak bersama PLN. Langkah itu diarahkan agar pemeriksaan bisa menelusuri sumber persoalan secara lebih lengkap dan tidak berhenti pada dugaan sementara.
Penekanan pada investigasi total menunjukkan adanya kebutuhan untuk menemukan akar gangguan. Dengan begitu, penyebab padamnya listrik bisa diketahui secara jelas, apakah berasal dari sistem, peralatan, atau faktor teknis lain yang memerlukan penanganan berbeda.
Dampaknya terasa luas, termasuk pada aktivitas pemerintahan
Yuliot menyebut secara singkat bahwa dirinya juga terkena dampak dari pemadaman tersebut. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa gangguan listrik di Jakarta menjangkau banyak lapisan, termasuk lingkungan pemerintahan yang bergantung pada pasokan energi yang stabil.
Dalam kondisi seperti ini, stabilitas listrik bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut kelancaran layanan publik. Ketika pasokan terganggu di pusat pemerintahan dan ekonomi, efeknya bisa meluas dengan cepat dan menimbulkan pertanyaan tentang ketahanan sistem kelistrikan yang ada.
Kemungkinan pembaruan peralatan ikut dibuka
Jika hasil pemeriksaan menemukan kerusakan yang serius, Yuliot menilai perlu ada tindak lanjut yang lebih konkret. Salah satu opsi yang disebut adalah penggantian alat di gardu induk yang dinilai penting bagi pasokan listrik Jakarta.
Poin ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mencari penyebab, tetapi juga menyiapkan langkah perbaikan bila memang dibutuhkan. Tujuannya agar sistem bisa kembali stabil dan gangguan serupa tidak terus mengganggu kebutuhan dasar masyarakat.
Gangguan berulang dalam bulan yang sama
Pemadaman terbaru di Jakarta terjadi pada Kamis (23/4/2026) dan berlangsung sekitar dua setengah jam. Listrik padam dari pukul 10.30 hingga 13.00 WIB, sementara PLN menyebut ada kendala teknis pada sistem kelistrikan.
Peristiwa itu menjadi sorotan karena terjadi lagi setelah gangguan serupa pada 9 April. Dua kali pemadaman dalam satu bulan membuat keandalan pasokan listrik Jakarta kembali dipertanyakan oleh publik.
Kondisi tersebut menambah tekanan bagi pemerintah dan PLN untuk memberi penjelasan yang jelas dan langkah perbaikan yang nyata. Di wilayah yang menjadi pusat administrasi dan ekonomi, gangguan listrik berulang tidak bisa dipandang sebagai persoalan kecil karena langsung memengaruhi aktivitas warga dan jalannya layanan publik.
Source: www.suara.com






