Washington Ambil Alih Penjualan Minyak Venezuela, Trump Sebut Sudah Terkirim 100 Juta Barel Ke Texas

Author: Redaksi Android62

Kendali atas minyak Venezuela kini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam perebutan pengaruh energi global. Pemerintah Amerika Serikat disebut mengambil alih pengelolaan dan distribusi minyak negara itu setelah perubahan situasi politik di Venezuela.

Dalam skema yang disampaikan, penjualan seluruh produksi minyak Venezuela ke pasar global akan berada di bawah kendali Washington. Pendapatan dari sektor ini juga disebut akan dikelola melalui rekening yang berada di bawah pengawasan pemerintah AS.

Donald Trump menegaskan bahwa Washington sudah menjual 100 juta barel minyak yang berasal dari Venezuela. Ia menyampaikan klaim itu dalam sebuah forum di Florida, sambil mengatakan minyak tersebut dikirim ke Texas untuk diproses sebelum dipasarkan.

Trump juga menyebut jumlah itu baru awal. Menurut dia, pasokan tambahan dalam jumlah yang sama akan menyusul dalam waktu dekat, dan ia menegaskan bahwa Washington memiliki hubungan yang sangat baik dengan Venezuela.

Pernyataan itu menempatkan minyak Venezuela sebagai aset strategis yang kini berada di bawah pengaruh kuat Washington. Menteri energi AS juga menyatakan pemerintah berencana menangani langsung penjualan seluruh produksi minyak Venezuela.

Artinya, aliran minyak dari negara itu tidak lagi bergerak bebas tanpa pengawasan penuh dari Washington. Kendali atas produksi dan penjualan memberi pemerintah AS pengaruh besar terhadap arah pasokan sekaligus pendapatan sektor energi Venezuela.

Trump sebelumnya juga menyinggung potensi pemasukan besar dari pengelolaan minyak Venezuela. Ia menyebut nilainya bisa mencapai ratusan miliar dolar dan mendorong perusahaan energi AS untuk menanamkan investasi besar di negara itu.

Di tengah langkah tersebut, Rusia melontarkan kritik keras. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menilai kebijakan AS yang memaksa perusahaan Rusia keluar dari Venezuela sebagai bentuk diskriminasi.

Lavrov juga menyoroti pembatasan kerja sama minyak Venezuela dengan negara-negara seperti Rusia, China, Iran, Korea Utara, dan Kuba. Menurut dia, pembatasan itu menunjukkan adanya tekanan politik dalam sektor energi global.

Tarik-menarik ini membuat minyak Venezuela tak lagi sekadar soal ekspor dan produksi. Isunya kini melebar menjadi perebutan pengaruh antarnegera yang berpotensi terus memengaruhi pasar energi global.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru