Windows 10 Masih Dapat Napas Panjang, Dukungan Keamanan Microsoft Ternyata Sampai 2027

Author: Redaksi Android62

Microsoft memperpanjang masa dukungan keamanan Windows 10 melalui program Extended Security Updates atau ESU hingga 12 Oktober 2027. Keputusan ini memberi tambahan waktu bagi jutaan pengguna yang belum siap beralih ke Windows 11.

Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa Windows 10 masih belum mudah ditinggalkan, meski dukungan resminya sudah dihentikan pada 2025. Di lapangan, basis pengguna sistem operasi ini masih cukup besar sehingga patch keamanan tambahan tetap dibutuhkan.

Akses ESU masih terbuka

Microsoft menyampaikan bahwa pengguna masih bisa mendaftar program ESU kapan saja sampai program berakhir pada 12 Oktober 2027. Bagi perangkat yang sudah terdaftar, dukungan akan berlanjut otomatis hingga tanggal tersebut tanpa perlu tindakan tambahan.

Pendaftaran tersedia langsung melalui menu Windows Update. Pengguna Windows 10 juga bisa mengikuti jalur gratis dengan masuk menggunakan akun Microsoft dan menyinkronkan pengaturan sistem.

Namun, jalur gratis itu tidak otomatis berlaku untuk semua orang. Jika tidak memenuhi syarat, pengguna yang ingin tetap menerima pembaruan keamanan harus membayar USD 30 atau menukarkan 1.000 poin Microsoft Rewards.

Syarat perangkat yang harus dipenuhi

Tidak semua perangkat Windows 10 bisa ikut program ini. Microsoft mensyaratkan perangkat menjalankan Windows 10 versi 22H2 untuk edisi Home, Professional, Pro Education, atau Workstations.

Selain itu, perangkat wajib memakai pembaruan Windows terbaru. Akun Microsoft yang digunakan juga harus akun administrator dan bukan akun anak.

Aturan tersebut menunjukkan bahwa Microsoft tetap memberi jalan aman bagi pengguna yang masih bertahan di Windows 10, tetapi dengan batasan yang cukup jelas. Kebijakan ini sekaligus mendorong pengguna untuk memastikan perangkat mereka masih memenuhi ketentuan yang berlaku.

Masih banyak yang bertahan di Windows 10

Keputusan memperpanjang ESU juga berkaitan dengan kondisi pasar PC saat ini. Berdasarkan data Stat Counter, hingga Mei 2026 pangsa pasar Windows 11 mencapai 71,69%, sedangkan Windows 10 masih berada di 26,36%.

Angka itu memang jauh turun dibanding Oktober 2025, saat Windows 11 tercatat di 55,18% dan Windows 10 masih 41,71%. Meski begitu, porsi lebih dari 25% tetap tergolong besar untuk sistem operasi yang sudah melewati masa dukungan utama.

Di tengah migrasi yang berjalan tidak merata, patch keamanan tambahan masih penting bagi pengguna yang belum punya jalur upgrade yang mudah. Microsoft pada dasarnya sudah menutup bab dukungan resmi Windows 10, tetapi transisinya belum selesai di banyak perangkat.

Apa yang membuat pengguna belum pindah

Salah satu hambatan terbesar adalah syarat perangkat keras Windows 11 yang lebih ketat. Banyak PC lama tidak memenuhi ketentuan upgrade, sehingga pengguna praktis tetap berada di Windows 10.

Faktor preferensi juga ikut memengaruhi keputusan pengguna. Sebagian orang memilih menunda perpindahan karena tidak ingin sistem mereka dipenuhi fitur AI yang kini menjadi fokus utama Microsoft.

Biaya penggantian perangkat pun bukan perkara kecil. Krisis RAM yang mendorong produsen PC menaikkan harga disebut ikut memperlambat pembaruan perangkat, membuat banyak orang memilih mempertahankan komputer lama lebih lama dari biasanya.

Bagi pengguna rumahan maupun profesional, tambahan waktu hingga Oktober 2027 memberi ruang bernapas lebih panjang. Mereka bisa tetap mendapat perlindungan keamanan sambil menunda keputusan untuk mengganti perangkat atau berpindah ke Windows 11.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa laju migrasi sistem operasi tidak hanya ditentukan oleh strategi Microsoft. Ketersediaan perangkat yang kompatibel, biaya pembaruan, dan kebutuhan harian pengguna tetap menjadi faktor besar yang menentukan seberapa cepat peralihan berlangsung.

Source: inet.detik.com
Berita Terbaru