Wisatawan yang datang ke Bali tidak hanya memenuhi hotel dan restoran. Mereka juga ikut menggerakkan jasa pengiriman karena banyak yang memilih mengirim oleh-oleh, barang pribadi, hingga produk khas Bali daripada menambah beban bagasi.
Pilihan itu makin terasa praktis saat tarif pengiriman dinilai lebih hemat dibanding membawa banyak barang pulang sendiri. Di Bali, layanan logistik pun berubah menjadi kebutuhan tambahan bagi pelancong domestik maupun mancanegara.
Lonjakan kiriman saat liburan
Permintaan pengiriman di Bali dilaporkan naik cukup signifikan saat musim liburan dan long weekend. Muhammad Ekhsan, salah satu agen Lion Parcel di wilayah tersebut, menyebut wisatawan mencari cara yang lebih mudah dan murah untuk membawa pulang barang.
Kebiasaan belanja selama berwisata ikut memperkuat kebutuhan itu. Banyak pelancong memilih mengirim barang agar perjalanan pulang lebih nyaman dan tidak perlu membayar biaya tambahan bagasi pesawat.
Rute Denpasar–Jakarta melalui Lion Parcel disebut memiliki tarif mulai dari Rp 7.000 hingga Rp 37.000 per kilogram. Besaran ongkir itu bergantung pada layanan yang dipilih pelanggan.
Tak hanya wisatawan domestik
Permintaan kiriman di Bali juga datang dari wisatawan asing. Mereka memakai jasa pengiriman untuk membawa produk lokal ke negara asal setelah tinggal cukup lama di pulau tersebut.
Barang yang dikirim pun beragam, mulai dari kerajinan tangan, aksesori, produk fesyen, sampai suplemen lokal. Ekhsan menyebut ada pelanggan asing yang mengirim produk Bali ke keluarga atau teman mereka di Australia, Malaysia, dan Singapura.
Pengalaman pengguna juga ikut menjaga minat terhadap layanan ini. Menurut Ekhsan, banyak pelanggan memberi testimoni karena pengiriman dinilai cepat dan aman.
Peluang usaha di tengah arus wisata
Bagi pelaku logistik, Bali menawarkan pasar yang terus bergerak. Ekhsan yang menjadi agen Lion Parcel sejak 2021 menilai usahanya berkembang seiring naiknya kebutuhan pengiriman dari wisatawan.
Ia menyebut lokasi usaha yang strategis, promosi lewat brosur, dan visibilitas di platform digital membantu layanan lebih dikenal. Respons pelayanan yang baik juga membuat pelanggan kembali memakai jasa yang sama saat butuh kiriman.
Ekhsan melihat logistik sangat potensial di daerah dengan aktivitas wisata tinggi seperti Bali. Ia juga menilai sistem kemitraan dan komisi memberi ruang tumbuh bagi para agen.
Jaringan layanan dibuat lebih dekat
Chief Retail Officer Lion Parcel, Febri Andika, mengatakan mobilitas wisatawan yang tinggi menciptakan kebutuhan pengiriman yang terus meningkat. Kondisi itu, menurut dia, bukan hanya memudahkan pelanggan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lewat kemitraan agen logistik.
Lion Parcel kemudian menghadirkan jaringan agen di berbagai daerah, termasuk Bali, agar akses layanan lebih dekat dengan pelanggan. Kehadiran titik layanan ini membantu wisatawan mengirim barang secara praktis selama berada di destinasi wisata.
Febri menambahkan, keberadaan agen juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Melalui kemitraan tersebut, usaha lokal dapat tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan pengiriman di wilayah dengan aktivitas pariwisata yang tinggi.
Source: www.suara.com






