Seorang perempuan berinisial AS, 26 tahun, ditemukan tewas di sebuah rumah kos di Denpasar Selatan setelah diduga dicekik oleh pacarnya sendiri, MZ, warga negara asing asal Singapura berusia 26 tahun. Polisi menyebut motif sementara penganiayaan berat itu berkaitan dengan sakit hati dalam hubungan asmara.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D Simatupang mengatakan, pelaku diamankan di Jalan Bypass Ngurah Rai pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 WITA. Penangkapan dilakukan beberapa jam setelah jasad korban ditemukan di kamar kos di Jalan Mekar II, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, pada hari yang sama sekitar pukul 19.00 WITA.
Korban Ditemukan Saat Keluarga Mengecek Kos
Kronologi kejadian bermula ketika adik korban, RA, datang ke kos karena tidak berhasil menghubungi ponsel sang kakak. Saat tiba di lokasi, RA mencium bau busuk yang sangat menyengat sebelum membuka kamar yang ditempati korban.
Di dalam kamar, saksi melihat bagian rambut dan tubuh korban tertutupi boneka. Tak lama kemudian, pelaku keluar dari kamar sebelah dan tidak menjawab saat ditanya keberadaan AS.
RA kemudian memukul MZ dengan helm. Setelah itu, pelaku kabur menggunakan sepeda motor ke arah Sanur.
Pencekikan Diduga Berlangsung Cukup Lama
Berdasarkan keterangan polisi, MZ diduga mencekik korban selama sekitar 15 menit sebelum melarikan diri. Leonardo menyampaikan bahwa pelaku datang ke Bali untuk berwisata, tetapi sudah overstay selama satu tahun sejak 2025.
Polisi juga menyebut hubungan antara AS dan MZ telah berlangsung sekitar satu tahun. Dari hasil interogasi sementara, motif penganiayaan berat itu diduga karena sakit hati terkait hubungan asmara keduanya.
| Fakta Utama | Keterangan |
|---|---|
| Pelaku | MZ, WNA asal Singapura, 26 tahun |
| Korban | AS, perempuan asal Tegal, Jawa Tengah, 26 tahun |
| Lokasi kejadian | Rumah kos di Jalan Mekar II, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan |
| Waktu penemuan jasad | Rabu (15/7) sekitar pukul 19.00 WITA |
| Waktu penangkapan | Rabu (15/7) sekitar pukul 22.00 WITA |
Jenazah Membusuk dan Dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah
Pengelola kos berinisial MA mengatakan AS mulai tinggal di lokasi itu sejak Maret 2025 bersama pacarnya yang disebut sebagai pelaku. Jenazah korban ditemukan di lantai kamar dalam posisi tengadah, lalu ditutupi boneka mainan dan karpet yang terlipat rapi.
Polisi menyebut kondisi jenazah sudah membengkak, membusuk, mengeluarkan bau menyengat, dan kulit ari telah mengelupas. Tidak ditemukan luka terbuka pada tubuh korban.
Setelah ditemukan, jenazah AS dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah Sanglah Denpasar menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. Jenazah juga direncanakan menjalani otopsi pada Kamis di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar untuk memperjelas penyebab kematian.
Kombes Leonardo menegaskan aparat berhasil mengamankan pelaku kurang dari tiga jam setelah laporan masuk. Kasus ini masih ditangani lebih lanjut untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan tewas di kamar kosnya.
Source: www.cnnindonesia.com






