Xiaomi EV kini menempatkan WorldRec dan WorldGen sebagai inti dari Xiaomi Auto World Model, sebuah kerangka yang mereka arahkan untuk mendukung pengembangan advanced assisted driving. Pendekatan ini membuat Xiaomi masuk lebih dalam ke arena world model, wilayah yang juga mulai digarap Nio di sektor mobil listrik pintar.
Di dalam sistem tersebut, WorldRec dan WorldGen saling terhubung untuk menangani rekonstruksi sekaligus generasi konten. Xiaomi menilai kombinasi ini penting agar model tidak mudah mengalami akumulasi kesalahan dan content drift saat dipakai untuk generasi jangka panjang.
Xiaomi menerapkan kerangka ini pada tiga skenario utama. Tiga area itu meliputi synthetic data generation, closed-loop simulation testing, dan smart cabin applications.
Pada sisi data, Xiaomi mengklaim telah mengirimkan lebih dari 100.000 klip data sintetis berkualitas tinggi. Data tersebut digunakan untuk membantu pelatihan model persepsi agar lebih efektif.
Dua modul utama yang saling melengkapi
WorldRec dipakai untuk rekonstruksi adegan dengan memanfaatkan sparse 3D anchors, bukan pixel padat seperti pendekatan tradisional. Xiaomi menyebut proses rekonstruksi adegan dari video berdurasi 10 detik hanya memerlukan sekitar 10 detik.
Sementara itu, WorldGen berfungsi mengisi ruang spasial dan temporal yang tidak terlihat. Xiaomi mengatakan modul ini hanya membutuhkan empat langkah denoising untuk menghasilkan satu frame dengan kecepatan 0,19 detik.
Gabungan keduanya juga sudah mendukung pembuatan video berkelanjutan berkualitas tinggi hingga satu menit. Bagi Xiaomi, kemampuan itu penting karena membantu sistem tetap stabil saat harus bekerja dalam rentang generasi yang lebih panjang.
Ditekankan untuk skenario langka
Xiaomi juga menyoroti manfaat pendekatan ini untuk menangani skenario long-tail yang jarang muncul. Contohnya adalah cuaca ekstrem dan kemunculan hewan di jalan.
Dalam penjelasannya, WorldRec disebut memberi batasan geometris yang deterministik. Di sisi lain, WorldGen memperluas kemampuan prediksi model agar lebih fleksibel.
Perusahaan menyebut pengujian berulang dengan kondisi yang sama menghasilkan inferensi yang konsisten secara struktural. Klaim itu dipakai untuk menunjukkan bahwa batasan geometris pada WorldRec dapat mengurangi variasi generatif.
Klaim teknis dan posisi di pasar
Xiaomi juga menyebut model ini mencapai hasil SOTA pada benchmark utama seperti Waymo dan nuScenes. Klaim tersebut dipakai untuk memperlihatkan bahwa pendekatan world model mereka kompetitif di level teknis.
Peluncuran world model ini menjadi bagian dari pembaruan bertahap Xiaomi di bidang smart driving. Pada Maret, perusahaan juga meluncurkan sedan listrik SU7 versi terbaru yang dibekali sistem assisted driving berbasis XLA cognitive large model.
Langkah Xiaomi hadir di tengah persaingan yang makin ketat di pasar smart driving China. Di sisi lain, rencana kehadiran Tesla FSD ikut menambah tekanan di segmen tersebut.
Nio sudah lebih dulu mendorong versi pertama world model miliknya, Nio World Model, ke kendaraan sejak Mei 2025. Submerek mass-market Onvo juga membekali SUV L90 2026 yang diluncurkan bulan lalu dengan teknologi serupa.
Ke depan, Xiaomi EV mengatakan akan terus mengeksplorasi paradigma baru untuk pre-training dan closed-loop training. Perusahaan berharap kerangka world model terpadu ini bisa mendorong lompatan besar dalam kemampuan kognitif model end-to-end miliknya.
