Yamaha YZF-R7 2026 Bawa IMU dari YZF-R1, Dibanderol Sekitar Rp 184 Jutaan

Author: Redaksi Android62

Yamaha YZF-R7 model 2026 membawa lonjakan besar pada perangkat kendali elektronik di kelas supersport menengah. Motor yang diluncurkan di Thailand ini kini memakai IMU enam sumbu yang dikembangkan dari Yamaha YZF-R1.

Sensor tersebut memungkinkan motor membaca sudut kemiringan secara waktu nyata dan menjadi dasar bagi sejumlah sistem bantuan berkendara. Kehadiran perangkat ini membuat YZF-R7 tidak lagi hanya mengandalkan karakter mesin, melainkan juga kontrol elektronik yang lebih lengkap.

Kontrol lebih luas untuk jalan dan sirkuit

Yamaha membekali YZF-R7 dengan Yamaha Ride Control yang menyediakan lima pilihan mode berkendara. Pengendara dapat memilih Sport, Street, Rain, Custom, atau Track sesuai kondisi jalan dan kebutuhan penggunaan.

Oto.detik.com menyebut sistem tersebut didukung Traction Control System, Slide Control System, Lift Control, Engine Brake Management, Brake Control, serta Back Slip Regulator. Rangkaian fitur ini memberi pengendara pengaturan yang lebih luas saat menghadapi perubahan grip dan gaya berkendara.

Untuk penggunaan di lintasan, motor ini memperoleh quick shifter dua arah yang mendukung perpindahan gigi naik maupun turun. Launch Control dan Rear ABS OFF juga tersedia, sehingga ABS roda belakang dapat dinonaktifkan ketika dipakai di sirkuit.

YCC-T atau Yamaha Chip Controlled Throttle menjadi fondasi sistem elektronik tersebut. Pengendali throttle elektronik ini dirancang untuk membuat respons bukaan gas lebih presisi.

Harga dan pilihan varian

YZF-R7 2026 dipasarkan di Thailand dalam varian standar dan 70th Anniversary Edition. Selisih harga kedua versi itu tipis, sementara pembeda utamanya terletak pada pilihan warna.

Varian Harga di Thailand Pilihan warna
YZF-R7 standar 345.000 baht atau sekitar Rp 184 jutaan Icon Blue, Midnight Black
YZF-R7 70th Anniversary Edition 348.000 baht atau setara Rp 185,6 jutaan Anniversary White

Di jantung motor ini tetap terdapat mesin CP2 689 cc, dua silinder segaris DOHC berpendingin cairan dengan teknologi crossplane crankshaft. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 73,4 PS pada 8.750 rpm dan torsi puncak 68 Nm.

Karakter CP2 dikenal kuat pada putaran rendah hingga menengah. Yamaha mengarahkannya agar motor mudah dikendalikan di jalan raya serta tetap responsif saat keluar dari tikungan di sirkuit.

Posisi baru di keluarga R-Series

Yamaha menempatkan YZF-R7 di antara YZF-R3 dan YZF-R9 dalam jajaran R-Series. Model ini ditujukan sebagai supersport kelas menengah yang dapat digunakan untuk mobilitas harian, perjalanan jarak jauh, hingga track day.

Bahasa desainnya mengusung konsep Beauty of Turning Control dengan perhatian utama pada kendali ketika menikung. Fairing baru dibuat lebih ramping dan aerodinamis, sedangkan garis bodi dipertegas untuk mempertahankan ciri R-Series.

Bagian depan memakai lampu minimalis yang menyatu dengan fairing. Perubahan ini membuat siluet YZF-R7 tampak lebih agresif tanpa meninggalkan karakter motor sport kelas menengah.

Layar 5 inci untuk pengaturan dan data lintasan

Panel instrumen TFT berwarna berukuran 5 inci menjadi pusat pengaturan parameter Yamaha Ride Control. Pengendara dapat memilih satu dari empat tampilan yang tersedia pada layar tersebut.

Motor ini mendukung Y-Connect untuk menghubungkan kendaraan dengan smartphone. Notifikasi telepon, pesan, dan data kendaraan dapat ditampilkan melalui sistem konektivitas itu.

Bagi pengguna yang rutin mengikuti track day, Y-TRAC atau Track Ride Analysis dapat merekam lap time, telemetri, virtual pit board, serta data berkendara. Data tersebut ditujukan untuk membantu pengendara mengevaluasi performa di lintasan.

Berita Terbaru