Situ Gede Tinggal Tergenang 20 Hektare, Sawah dan Wisata Air Kehilangan Pasokan

Author: Redaksi Android62

Genangan air di Situ Gede, Kota Tasikmalaya, kini hanya tersisa sekitar 20 hektare dari total luas 47 hektare. Penyusutan drastis ini membatasi aliran air ke pertanian sekaligus menghentikan aktivitas perahu yang selama ini menjadi daya tarik kawasan wisata tersebut.

Dari lima pintu air yang biasanya beroperasi, hanya satu pintu masih digunakan untuk menyalurkan air. Kapasitas layanan irigasi pun menyempit dari sekitar 250 hektare sawah menjadi sekitar 60 hektare lahan di wilayah Mangkubumi.

Indikator Kondisi Normal Kondisi Saat Ini
Luas genangan Situ Gede 47 hektare Sekitar 20 hektare
Pintu air beroperasi 5 pintu 1 pintu
Lahan sawah terairi Sekitar 250 hektare Sekitar 60 hektare

Pasokan Irigasi Menyusut

Penjaga Pintu Air Situ Gede, Satia Triadi, menyatakan pasokan utama dari irigasi Cibanjaran sudah berhenti mengalir. Situ Gede saat ini terutama bergantung pada sumber mata air yang masih tersisa untuk mempertahankan genangan.

Kepada Media Indonesia pada Kamis (16/7/2026), Satia menyebut kondisi tersebut telah berlangsung sekitar tiga bulan selama musim kemarau. Pengaturan distribusi air juga membutuhkan waktu lebih lama agar lahan yang masih memperoleh pasokan tetap dapat dilayani.

Penyempitan aliran terutama berdampak pada lahan pertanian di Kecamatan Cihideung dan Kecamatan Bungursari. Sementara itu, satu pintu air yang masih beroperasi dipakai untuk menyuplai sawah di wilayah Mangkubumi.

Perahu Wisata Tidak Lagi Beroperasi

Dampak kekeringan terlihat pula di kawasan wisata air Situ Gede. Perahu-perahu wisata kini hanya disandarkan karena debit air yang turun tidak lagi memungkinkan aktivitas berkeliling danau.

Deni, pemilik perahu wisata berusia 44 tahun, mengatakan penurunan air telah berlangsung selama tiga bulan. Berkurangnya pengunjung membuatnya sementara beralih bekerja membangun Koperasi Desa Merah Putih untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Loket tiket kawasan wisata masih dibuka dan rumah makan di sekitar lokasi tetap melayani pembeli. Namun, petugas tiket bernama Dodi mengonfirmasi bahwa suasana kawasan menjadi lebih lesu setelah wisata perahu berhenti beroperasi.

Satu Sumber Air Menopang Banyak Kebutuhan

Penyusutan air Situ Gede memperlihatkan keterkaitan langsung antara sumber air, mata pencaharian, dan kebutuhan pertanian warga. Ketika genangan menyusut, pelaku usaha wisata kehilangan aktivitas utama dan petani menghadapi pasokan yang semakin terbatas.

Situasi tersebut menempatkan pengelolaan sisa aliran air sebagai kebutuhan penting bagi lahan yang masih terlayani. Selama musim kemarau berlanjut, ketergantungan pada sumber mata air yang tersisa menjadi penopang utama kawasan Situ Gede.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru