Persaingan smartphone menuju 2026 tampak bergerak ke arah yang semakin agresif. Sejumlah model yang dipersiapkan produsen besar menonjol lewat kombinasi baterai jumbo, layar cepat, dan kamera beresolusi tinggi.
Di antara yang paling menyita perhatian, beberapa perangkat flagship sudah membawa ambisi besar untuk mengubah standar di kelas atas. Sementara itu, ponsel terjangkau juga ikut naik kelas lewat refresh rate tinggi dan kapasitas baterai yang sangat besar.
Flagship membawa taruhannya lebih tinggi
Vivo X300 Pro menjadi salah satu nama yang paling menonjol karena membawa kamera telefoto periskop 200 MP hasil kolaborasi dengan Zeiss. Ponsel ini juga disebut mengusung layar LTPO AMOLED 6,78 inci 120 Hz, chipset MediaTek Dimensity 9500, dan baterai sekitar 7.000 mAh.
iQOO 15 diproyeksikan tampil kencang dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, layar AMOLED LTPO 2K 144 Hz, tiga kamera belakang 50 MP, dan baterai sekitar 7.000 mAh. Xiaomi 17 Pro ikut masuk barisan ini dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM hingga 16 GB, penyimpanan sampai 1 TB, kamera utama 50 MP OIS, video 8K, dan fast charging 100 watt.
| Model | Andalan Utama | Kamera | Baterai / Pengisian |
|---|---|---|---|
| Vivo X300 Pro | Zeiss, LTPO AMOLED 6,78 inci 120 Hz | Telefoto periskop 200 MP | Sekitar 7.000 mAh |
| iQOO 15 | Snapdragon 8 Elite Gen 5, AMOLED LTPO 2K 144 Hz | Tiga kamera belakang 50 MP | Sekitar 7.000 mAh |
| Xiaomi 17 Pro | RAM hingga 16 GB, penyimpanan sampai 1 TB | 50 MP OIS, video 8K | Fast charging 100 watt |
Segmen terjangkau tidak mau kalah
Motorola G06 Power hadir dengan layar IPS LCD 6,8 inci berrefresh rate 120 Hz. Perangkat ini memakai chipset MediaTek Helio G81, RAM 4 GB, penyimpanan 128 GB, serta baterai 7.000 mAh dengan pengisian cepat 18 watt.
Poco M7 4G juga menyasar kelas murah dengan layar Full HD Plus 6,9 inci dan refresh rate 144 Hz. Smartphone ini dibekali Snapdragon 685, RAM 8 GB, memori internal 256 GB, kamera utama 50 MP, dan baterai 7.000 mAh dengan fast charging 33 watt.
| Model | Layar | Chipset | Baterai |
|---|---|---|---|
| Motorola G06 Power | IPS LCD 6,8 inci, 120 Hz | MediaTek Helio G81 | 7.000 mAh, 18 watt |
| Poco M7 4G | Full HD Plus 6,9 inci, 144 Hz | Snapdragon 685 | 7.000 mAh, 33 watt |
Nama lain yang ikut menguatkan persaingan
Honor X9D hadir dengan Snapdragon 6 Gen 4, RAM hingga 12 GB, kamera utama 108 MP OIS, dan baterai silikon karbon 8.300 mAh. Vivo Y21D menyasar pengguna yang mencari perangkat terjangkau lewat layar IPS LCD 90 Hz, kamera utama 50 MP, baterai 6.500 mAh, dan sertifikasi IP69.
Realme GT8 Pro membawa Snapdragon 8 Elite Gen 5, layar LTPO AMOLED 2K 144 Hz, kamera telefoto periskop 200 MP, serta baterai 7.000 mAh dengan pengisian cepat 120 watt. Apple juga menyiapkan iPhone 17 Pro dengan chip A19 Pro, RAM 12 GB, layar Super Retina XDR OLED 120 Hz, serta tiga kamera 48 MP dengan zoom optik hingga delapan kali.
| Model | Andalan Utama | Kamera | Baterai / Pengisian |
|---|---|---|---|
| Honor X9D | Snapdragon 6 Gen 4, RAM hingga 12 GB | 108 MP OIS | Baterai silikon karbon 8.300 mAh |
| Vivo Y21D | Layar IPS LCD 90 Hz, IP69 | 50 MP | 6.500 mAh |
| Realme GT8 Pro | Snapdragon 8 Elite Gen 5, LTPO AMOLED 2K 144 Hz | Telefoto periskop 200 MP | 7.000 mAh, 120 watt |
| iPhone 17 Pro | Chip A19 Pro, RAM 12 GB | Tiga kamera 48 MP, zoom optik hingga 8x | Tidak disebutkan |
Deretan perangkat ini memperlihatkan arah pasar yang kian jelas: produsen ingin memberi pilihan yang lebih lebar, dari ponsel murah dengan baterai besar sampai flagship dengan kamera dan performa yang lebih agresif. Blitarkawentar.jawapos.com mencatat, kombinasi tersebut membuat 2026 tampak seperti tahun yang sangat sibuk bagi pembeli yang menunggu upgrade berikutnya.
