Smartwatch olahraga kini tersedia dari kisaran Rp1,8 juta, tetapi perangkat premium juga menawarkan metrik latihan dan navigasi yang jauh lebih mendalam. Pilihannya mencakup model untuk aktivitas harian, pelari, pengguna iPhone, hingga atlet yang rutin berlatih di alam terbuka.
Garmin Fenix 8 menjadi opsi paling lengkap dalam daftar ini dengan harga mulai sekitar Rp21,6 juta. Di sisi lain, Amazfit Active 2 menawarkan GPS internal dan lebih dari 160 mode olahraga pada rentang harga Rp1,8–2,1 juta.
| Model | Fokus utama | Harga |
|---|---|---|
| Apple Watch Series 11 | Olahraga dan kesehatan pengguna iPhone | Mulai Rp6,1 juta |
| Garmin Fenix 8 | Atlet dan aktivitas outdoor | Mulai Rp21,6 juta |
| Samsung Galaxy Watch 8 | Aktivitas harian pengguna Android | Sekitar Rp5,9 juta |
| Google Pixel Watch 4 | Pelacakan aktivitas berbasis Fitbit | Sekitar Rp8–10 juta |
| Huawei Watch GT Runner 2 | Latihan dan performa lari | Sekitar Rp5,4–5,6 juta |
| Amazfit Active 2 | Olahraga dengan harga lebih terjangkau | Sekitar Rp1,8–2,1 juta |
| Fitbit Versa 4 | Analisis aktivitas fisik dan tidur | Sekitar Rp2,5–3,5 juta |
1. Apple Watch Series 11
Apple Watch Series 11 ditujukan bagi pengguna iPhone yang ingin memadukan pencatatan kesehatan dengan latihan. Perangkat ini membawa sensor detak jantung generasi terbaru, ECG, SpO2, suhu tubuh, pelacakan tidur, serta AI Workout Coach.
Layar Retina LTPO OLED selalu aktif digunakan bersama chip Apple S11 dan GPS dual-band. Ketahanan airnya mencapai 50 meter, sedangkan baterainya disebut mampu bertahan hingga 36 jam.
2. Garmin Fenix 8
Garmin Fenix 8 menyasar atlet dan pengguna yang menjalani lari, hiking, bersepeda, maupun menyelam. Fitur utamanya mencakup Training Readiness, Stamina, VO2 Max, Recovery Time, peta offline, dan navigasi GPS.
Jam ini menggunakan GPS multi-band serta mendukung Pulse Ox dan ECG. Varian AMOLED memiliki daya tahan baterai hingga 29 hari, sementara versi Solar disebut dapat bertahan lebih lama.
3. Samsung Galaxy Watch 8
Samsung Galaxy Watch 8 dirancang untuk pengguna Android yang memerlukan pendamping aktivitas rutin dan kebugaran. Fiturnya meliputi pemantauan tidur, pengukuran komposisi tubuh, detak jantung, GPS, serta coaching kebugaran berbasis AI.
Perangkat ini memakai layar AMOLED selalu aktif, Wear OS, BioActive Sensor, GPS dual-band, ECG, dan SpO2. Harganya dipasarkan di kisaran Rp5,9 jutaan.
4. Google Pixel Watch 4
Google Pixel Watch 4 mengandalkan integrasi Fitbit untuk membaca aktivitas harian dan kondisi tubuh. Daily Readiness Score, pemantauan tidur, GPS dual-frequency, dan pendeteksian detak jantung menjadi fitur yang tersedia.
Smartwatch ini memiliki layar AMOLED dengan kecerahan hingga 3.000 nits serta Snapdragon W5 Gen 2. Pixel Watch 4 menjalankan Wear OS dan menyediakan SpO2 serta Fitbit Health Tracking pada harga sekitar Rp8–10 juta, tergantung varian.
5. Huawei Watch GT Runner 2
Huawei Watch GT Runner 2 berfokus pada pelari yang membutuhkan positioning GPS presisi tinggi dan analisis performa lari. Marathon Mode disediakan untuk membantu mengoptimalkan latihan.
Fitur kesehatannya mencakup TruSeen Heart Rate, TruSleep, dan SpO2 dengan layar AMOLED. Baterainya dapat bertahan hingga sekitar dua minggu, sedangkan harganya berada di kisaran Rp5,4–5,6 juta.
6. Amazfit Active 2
Amazfit Active 2 menjadi pilihan berbiaya lebih rendah dengan dukungan lebih dari 160 mode olahraga dan GPS internal. Perangkat ini juga menyediakan pemantauan kesehatan sepanjang hari.
Layar AMOLED-nya mendukung pemantauan detak jantung 24 jam, SpO2, dan stres. Daya tahan baterai tercatat sekitar 10 hari pada rentang harga Rp1,8–2,1 juta.
7. Fitbit Versa 4
Fitbit Versa 4 mengutamakan pembacaan aktivitas fisik dan kualitas tidur melalui Daily Readiness Score. Fitur tersebut membantu pengguna menentukan intensitas latihan yang sesuai dengan kondisi tubuh.
Jam ini dilengkapi layar AMOLED, GPS bawaan, lebih dari 40 mode olahraga, Sleep Score, pemantauan detak jantung 24 jam, dan SpO2. Data yang dihimpun Suara.com menunjukkan harganya berada di kisaran Rp2,5–3,5 juta, bergantung penjual dan promo.
Pemilihan perangkat dapat disesuaikan dengan ponsel yang digunakan, jenis olahraga, serta kebutuhan GPS dan analisis latihan. Model yang lebih terjangkau sudah menyediakan pemantauan kesehatan penting, sedangkan kelas premium menambah navigasi dan metrik latihan yang lebih luas.
Source: www.suara.com






