76 Sekolah di Jawa Dicoret dari Prioritas, Dana Makan Bergizi Gratis Bergeser ke 3T

Author: Redaksi Android62

Anggaran program Makan Bergizi Gratis mulai dialihkan ke kelompok yang dinilai paling membutuhkan setelah pemerintah menemukan 76 sekolah di Pulau Jawa yang masuk pemetaan awal namun dianggap mampu memenuhi gizi siswanya secara mandiri. Total siswa dari sekolah yang teridentifikasi itu mencapai 39.352 orang.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Agustina Arumsari mengatakan pemutakhiran data penerima manfaat terus dilakukan agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. Menurut dia, dana yang semula disiapkan untuk sekolah-sekolah tersebut akan difokuskan kepada anak-anak yang memerlukan intervensi pemenuhan gizi.

Prioritas bergeser ke wilayah 3T dan kelompok rentan

Pemerintah kini menempatkan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T sebagai sasaran utama pengalihan prioritas. Selain itu, bantuan juga diarahkan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang dinilai membutuhkan dukungan gizi lebih mendesak.

Kebijakan ini sekaligus menegaskan bahwa kelompok dari kluster ekonomi desil tinggi tidak lagi ditempatkan sebagai prioritas utama penerima program makan. Arah baru itu dibuat agar anggaran negara tidak terserap pada kelompok yang sudah relatif kuat secara ekonomi.

Kriteria penerima diperketat

Badan Gizi Nasional menyusun penilaian dengan sejumlah kriteria internal untuk menimbang kelayakan sebuah wilayah sebagai penerima program. Evaluasi itu tidak hanya melihat jumlah sekolah, tetapi juga kerentanan gizi, status sosial ekonomi, dan akses masyarakat terhadap pangan sehat.

Agustina menyebut pembaruan basis data penerima masih berjalan dan jumlah sekolah yang masuk pemetaan bisa bertambah. “Data itu sangat penting untuk menjadi dasar bagi kami membuat kebijakan tentang refocusing penerima manfaat. Bisa jadi jumlahnya akan terus bertambah karena kami melihat beberapa indikator seperti kerentanan gizi, kondisi sosial ekonomi, akses terhadap pemenuhan gizi, dan sebagainya,” ujarnya.

Efisiensi menjadi alasan utama

Penataan ulang sasaran ini diposisikan sebagai upaya menjaga efektivitas program sekaligus menghemat penggunaan APBN. Dengan pengalihan itu, pemerintah berharap manfaat bantuan benar-benar diterima oleh kelompok yang paling membutuhkan intervensi gizi.

Agustina menegaskan bahwa langkah tersebut dibuat agar program Makan Bergizi Gratis lebih tepat sasaran dan efisien. Di tahap berikutnya, hasil pemetaan dan pembaruan data akan menentukan seberapa luas pengalihan anggaran berjalan serta kelompok mana saja yang masuk prioritas baru.

Berita Terbaru